Tensi Memanas, Arab Saudi Siapkan Balasan terhadap Serangan Iran
SITUASI di Timur Tengah berada di ambang eskalasi berbahaya setelah Arab Saudi mengonfirmasi wilayah Riyadh dan Provinsi Timur menjadi sasaran serangan udara Iran pada Sabtu (28/2).
Pemerintah Kerajaan mengecam keras tindakan tersebut dan secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk melakukan aksi balasan demi melindungi kedaulatan negara.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataan resminya menyampaikan kutukan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan pengecut yang tidak dapat dibenarkan.
Meski serangan tersebut berhasil dihalau, pihak Kerajaan menegaskan tidak akan tinggal diam atas pelanggaran keamanan tersebut.
"Menanggapi agresi yang tidak beralasan ini, Kerajaan menegaskan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela keamanannya serta melindungi wilayah, warga negara, dan penduduknya, termasuk opsi untuk membalas agresi tersebut," tegas pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi seperti dikutip dari AFP.
Guncangan keamanan itu juga memicu rekonsiliasi diplomatik cepat di kawasan Teluk. Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, segera melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohamed bin Zayed.
Hal tersebut merupakan komunikasi perdana kedua pemimpin setelah sempat terlibat perselisihan publik pada akhir Desember lalu.
Berdasarkan laporan kantor berita resmi UEA, WAM, kedua pemimpin membahas perkembangan regional dan serangan terang-terangan Iran yang menyasar UEA serta negara-negara sahabat lainnya. Keduanya mengutuk keras eskalasi ini karena dianggap mengancam keamanan kawasan dan merusak stabilitas internasional.
Dalam pembicaraan tersebut, Pangeran Mohammed bin Salman menyatakan solidaritas penuh dan menawarkan seluruh sumber daya Kerajaan untuk mendukung langkah apa pun yang diambil UEA.
Dukungan itu pun disambut dengan apresiasi tinggi oleh Presiden Mohamed bin Zayed sebagai bentuk persatuan menghadapi ancaman bersama.
Di sisi lain, respons dari Washington tampak lebih tertutup. Gedung Putih menyatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak memiliki rencana untuk berpidato di hadapan publik terkait serangan yang diluncurkan AS dan Israel ke Iran.
Meskipun sebelumnya Trump sempat mengunggah video di platform Truth Social yang mengumumkan serangan tersebut sembari menyerukan perubahan rezim di Teheran, pihak internal Gedung Putih membantah akan adanya pernyataan lanjutan dalam waktu dekat.
"Laporan tersebut tidak akurat, Gedung Putih belum memberikan panduan apa pun mengenai pidato atau pernyataan hari ini," ungkap seorang pejabat Gedung Putih kepada awak media sebagaimana dikutip dari AFP. (Ndf)