5 Perusahaan Besar Susu Bayi Diinvestigasi Jaksa Paris


Penulis:  Thalatie K Yani - 17 February 2026, 11:43 WIB
freepik

KRISIS susu formula bayi yang terkontaminasi semakin meluas setelah serangkaian penarikan produk (recall) besar-besaran dalam beberapa pekan terakhir. Pada Jumat waktu setempat, Jaksa Penuntut Umum Paris resmi membuka investigasi terhadap lima perusahaan produsen susu formula terkait dugaan kontaminasi toksin berbahaya.

Penyelidikan ini menyasar tiga grup produk susu terbesar di dunia, yakni Nestle, Danone, dan Lactalis, serta dua merek lebih kecil, Babybio dan La Marque en Moins. Langkah hukum ini diambil setelah munculnya gelombang keluhan dari para orang tua di seluruh Prancis.

Ancaman Toksin Cereulide dan Laporan Kematian

Kontaminasi ini diduga berasal dari cereulide, sebuah toksin tahan panas yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Meski gejalanya biasanya mereda dalam sehari, toksin ini berisiko memicu komplikasi yang lebih serius pada bayi.

Kementerian Kesehatan Prancis saat ini tengah menyelidiki tiga laporan kematian bayi yang memiliki riwayat mengonsumsi susu formula yang ditarik tersebut. Hingga 11 Februari, otoritas menyatakan belum ada hubungan kausal yang ditetapkan, namun investigasi yudisial terus berjalan.

Jaksa Paris menyatakan investigasi dibuka atas dugaan "penipuan terkait barang yang menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia." Pelanggaran ini diancam hukuman penjara hingga tujuh tahun dan denda maksimal 3,75 juta euro (sekitar Rp62 miliar).

Kronologi dan Sumber Kontaminasi

Nestle mengungkapkan sumber kontaminasi terlacak pada pemasok bahan baku minyak asam arakidonat (ARA), bahan tambahan yang umum pada susu formula. Karena banyak perusahaan menggunakan pemasok yang sama, dampak penarikan ini meluas hingga ke lebih dari 60 negara.

CEO Nestle, Philipp Navratil, menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran yang dialami para pelanggan. "Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa keamanan dan kesejahteraan Anda adalah prioritas utama kami," ujarnya pada Januari lalu.

Nestle mulai mendeteksi jejak cereulide di pabriknya di Belanda pada awal Desember dan segera memulai penarikan di 16 negara Eropa. Langkah ini kemudian diikuti oleh Danone (produsen Aptamil dan Cow & Gate) serta Lactalis.

Dampak Ekonomi dan Risiko Brand

Skandal ini muncul di saat yang krusial bagi para raksasa susu tersebut. Nestle dan Danone dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan mereka pekan ini. Para investor kini waspada terhadap dampak finansial dan risiko kerusakan reputasi (brand equity).

Analis dari Bernstein, Callum Elliott, mencatat bahwa bagi Danone, susu formula bayi menyumbang sekitar 21% dari pendapatan grup dan memiliki margin keuntungan yang signifikan. Sementara bagi Nestle, meski produk yang ditarik hanya mewakili 0.5% pendapatan, risiko kebingungan konsumen dapat berdampak pada seluruh lini nutrisi bayi mereka yang menyumbang 5% total pendapatan.

Otoritas keamanan pangan di Inggris (FSA) mengonfirmasi bahwa pemasok minyak ARA tersebut tidak lagi digunakan. Namun, para orang tua di seluruh dunia tetap diimbau untuk memeriksa kode batch produk mereka guna memastikan keamanan konsumsi. (CNBC/Z-2)