Keir Starmer Kecam Bos Man United Jim Ratcliffe Soal Komentar Imigrasi
PERDANA Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, melayangkan kecaman keras terhadap miliarder pendiri Ineos sekaligus pemilik sebagian saham Manchester United, Sir Jim Ratcliffe. Starmer melabeli komentar Ratcliffe mengenai imigrasi sebagai hal yang "menyinggung dan salah".
Dalam sebuah wawancara dengan Sky News di sela-sela KTT Industri Eropa di Antwerpen, Ratcliffe mengklaim Inggris telah "dijajah oleh imigran". Ia juga menyarankan agar perdana menteri lebih berani melakukan "hal-hal sulit" demi menstabilkan ekonomi negara.
Perdebatan Data Populasi
Ratcliffe menyoroti beban ekonomi akibat tingginya angka imigrasi dan klaim mengenai jumlah penduduk yang melonjak drastis.
"Inggris telah dijajah. Hal ini memakan terlalu banyak biaya. Populasi Inggris adalah 58 juta pada 2020, sekarang sudah 70 juta. Itu artinya ada tambahan 12 juta orang," ujar Ratcliffe.
Namun, data resmi dari Kantor Statistik Nasional (ONS) membantah angka tersebut. Berdasarkan estimasi ONS, populasi Inggris pada pertengahan 2025 adalah 69,4 juta jiwa, dibandingkan dengan 66,7 juta pada pertengahan 2020. Artinya, pertumbuhan populasi dalam lima tahun terakhir adalah sekitar 2,7 juta orang, jauh di bawah angka 12 juta yang diklaim oleh Ratcliffe.
Kecaman dari Berbagai Pihak
Pihak Downing Street No. 10 mendesak Ratcliffe untuk meminta maaf, menyatakan bahwa pernyataannya dapat memecah belah persatuan bangsa. Kelompok suporter Manchester United pun turut bersuara. Manchester United Supporters Trust menegaskan bahwa pemimpin klub seharusnya mendorong inklusi, bukan marjinalisasi.
Kritik tajam juga datang dari kelompok The 1958, yang menyindir posisi Ratcliffe. "Sangat tidak bijaksana memberikan komentar mengenai masalah negara kita sementara dia sendiri tinggal di Monako untuk menghindari pajak," tulis kelompok tersebut.
"Cukup Baik" atau "Terlalu Baik"?
Ratcliffe, yang merupakan orang terkaya ke-7 di Inggris dengan kekayaan sekitar £17 miliar, membandingkan langkah efisiensi yang ia lakukan di Manchester United dengan manajemen negara. Sejak masuk ke United, ia telah melakukan 450 PHK dan merombak manajemen.
"Jika Anda melakukan hal-hal sulit... Anda akan menjadi sangat tidak populer untuk sementara waktu. Namun, Anda harus memiliki keberanian untuk menangani isu-isu besar seperti imigrasi dan orang-orang yang lebih memilih tunjangan daripada bekerja," tambahnya.
Meski mendapatkan dukungan dari pemimpin Reform UK Nigel Farage, pernyataan Ratcliffe dianggap oleh banyak pihak, termasuk pemimpin Liberal Demokrat Sir Ed Davey, sebagai sesuatu yang "sangat tidak sejalan dengan nilai-nilai Inggris". Hingga saat ini, pihak Ineos dan Manchester United belum memberikan komentar resmi terkait tuntutan permintaan maaf tersebut. (BBC/Z-2)