Misteri Hilangnya Ibu Savannah Guthrie: Jejak Darah, GPS Jantung, dan Ancaman Tebusan Bitcoin


Penulis:  Thalatie K Yani - 11 February 2026, 05:16 WIB
Instagram

TEKA-teki hilangnya Nancy Guthrie, ibu dari pembaca berita NBC News Savannah Guthrie, memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan. Perempuan berusia 84 tahun tersebut diyakini menjadi korban penculikan setelah menghilang secara misterius dari kediamannya di Catalina Foothills, Tucson, Arizona, pada 31 Januari lalu.

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi penemuan bercak darah di teras rumah korban yang setelah diuji secara laboratorium terbukti identik dengan darah Nancy Guthrie. Hingga saat ini, otoritas belum berhasil mengidentifikasi tersangka utama, namun serangkaian pesan tebusan telah diterima oleh beberapa media.

Kronologi Detik-Detik Menghilang 

Berdasarkan data teknis, Nancy terakhir terlihat saat anggota keluarga mengantarnya pulang pukul 21.30 waktu setempat. Namun, serangkaian kejadian janggal terekam secara sistematis pada dini hari berikutnya:

  • Pukul 01.47: Kamera bel pintu rumah diputus dan dilepaskan secara paksa.
  • Pukul 02.12: Sensor perangkat lunak mendeteksi gerakan di dekat rumah, meski tidak ada rekaman video yang tersisa.
  • Pukul 02.28: Aplikasi pada alat pacu jantung (pacemaker) yang tertanam di tubuh Nancy terputus dari ponselnya, menandakan korban kemungkinan besar telah dibawa menjauh dari perangkat komunikasinya.

Kondisi Kesehatan yang Rentan 

Keluarga besar Guthrie menyatakan kekhawatiran mendalam mengingat kondisi fisik Nancy yang rapuh. Savannah Guthrie bersama saudara-saudaranya merilis pesan video emosional yang menyoroti ketergantungan Nancy pada obat-obatan kronis.

"Kesehatannya, jantungnya rapuh. Dia hidup dalam rasa sakit yang terus-menerus. Dia tanpa obat-obatan. Dia membutuhkannya untuk bertahan hidup. Dia membutuhkannya agar tidak menderita," ujar Savannah dalam rekaman tersebut.

Pesan Tebusan dan Imbalan US$50.000 

FBI kini tengah mendalami beberapa pesan tebusan yang masuk. Salah satu pesan menyebutkan detail spesifik mengenai barang milik korban, seperti Apple Watch dan lampu sorot di rumahnya. Pesan tersebut mencantumkan tenggat waktu pembayaran, diduga dalam bentuk Bitcoin, yang salah satunya telah terlewati pada Senin lalu.

Pemerintah AS memberikan perhatian serius pada kasus ini. Presiden Donald Trump menyebut situasi ini sebagai "kejadian yang sangat tidak biasa" dan memastikan bantuan federal penuh untuk pencarian. FBI juga telah menawarkan imbalan sebesar US$50.000 bagi siapa saja yang memberikan informasi yang berujung pada penangkapan pelaku.

"Kami siap untuk berbicara. Kami perlu tahu tanpa keraguan bahwa dia masih hidup dan Anda bersamanya... Tolong, hubungi kami," tegas Savannah Guthrie dalam seruannya kepada pihak yang menahan ibunya.

Akibat kejadian ini, Savannah Guthrie dipastikan menarik diri dari liputan Olimpiade Musim Dingin 2026 untuk fokus mendampingi keluarganya di Arizona dalam upaya pencarian sang ibu. (BBC/Z-2)