Kereta Penumpang Ukraina Dihantam Drone Rusia, Zelensky Kecam Aksi Terorisme
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan drone Rusia yang menyasar sebuah kereta api berpenumpang di wilayah Kharkiv, Selasa waktu setempat. Insiden mematikan ini dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai belasan lainnya, di tengah intensitas serangan Rusia yang terus meningkat terhadap infrastruktur sipil.
Zelensky mengungkapkan saat serangan terjadi, kereta tersebut membawa lebih dari 200 penumpang. Selain korban tewas, empat orang lainnya dinyatakan hilang setelah salah satu gerbong hancur total akibat hantaman langsung.
Target Sipil Tanpa Justifikasi Militer
Kantor Jaksa Regional Kharkiv menjelaskan kereta tersebut tengah menempuh perjalanan dari kota Chop di perbatasan barat menuju Barvinkove. Serangan terjadi di dekat desa Yazykove, di mana satu drone menghantam gerbong secara langsung sementara dua drone lainnya meledak di sekitar rangkaian kereta.
Melalui unggahan di media sosial, Presiden Zelensky menegaskan tindakan tersebut tidak memiliki dasar militer sama sekali.
"Di negara mana pun, serangan drone terhadap kereta api sipil akan dianggap dengan cara yang sama, murni sebagai terorisme," tegas Zelensky. Ia menambahkan bahwa terdapat 18 orang di dalam gerbong yang terkena hantaman tersebut.
Jalur kereta ini merupakan rute vital yang digunakan oleh penduduk lokal serta tentara yang sedang dalam masa cuti. Rekaman dari layanan darurat menunjukkan pemandangan tragis gerbong yang hangus terbakar dan hancur berkeping-keping.
Odesa Turut Menjadi Sasaran
Selain di Kharkiv, serangan udara Rusia juga mengguncang kota pelabuhan Odesa dalam semalam. Pejabat militer setempat, Serhiy Lysak, melaporkan Rusia meluncurkan lebih dari 50 drone yang menargetkan infrastruktur energi dan kawasan pemukiman.
Serangan di Odesa tersebut menewaskan tiga orang dan melukai 25 lainnya. Beberapa lantai di satu gedung apartemen dilaporkan runtuh, sementara sejumlah bangunan lainnya mengalami kerusakan parah.
Agresi di Tengah Jalur Diplomasi
Meningkatnya serangan drone dan rudal ini terjadi saat Ukraina menghadapi musim dingin yang sangat berat akibat krisis energi. Moskow terus menargetkan jaringan transportasi dan listrik, yang menyebabkan jutaan warga kehilangan akses terhadap pemanas, listrik, dan air bersih.
Ironisnya, serangan harian ini terus berlanjut meskipun pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia baru saja digelar pekan lalu di Uni Emirat Arab. Meskipun negosiasi yang melibatkan mediator Amerika Serikat tersebut dinilai konstruktif, isu-isu teritorial utama masih belum menemui titik terang. Pertemuan lanjutan dijadwalkan akan kembali digelar pada akhir pekan ini. (BBC/Z-2)