Kecepatan Kereta Cepat Spanyol Dikurangi, Retakan Rel Ditemukan di Jalur Madrid-Barcelona


Penulis:  Thalatie K Yani - 27 January 2026, 04:13 WIB
Trainvista

OTORITAS perkeretaapian Spanyol terpaksa memberlakukan pembatasan kecepatan darurat pada segmen jalur kereta cepat yang menghubungkan Madrid dan Barcelona. Langkah ini diambil setelah petugas menemukan kerusakan serius berupa retakan pada rel di wilayah Catalonia.

Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, mengonfirmasi retakan tersebut terdeteksi pada Minggu malam di titik 110 kilometer sebelah barat Barcelona, tepatnya di antara Alcover dan l'Espluga de Francolí. Akibatnya, kereta yang biasanya melaju hingga 300 km/jam kini dibatasi hanya 80 km/jam di area terdampak hingga waktu yang belum ditentukan.

Meski demikian, Kementerian Transportasi menegaskan kerusakan tersebut tidak membahayakan perjalanan. "Gangguan pada jalur tersebut tidak menimbulkan bahaya bagi kereta yang melintas, dan operasional akan tetap berlanjut," tulis pernyataan resmi kementerian.

Rentetan Masalah Keamanan

Insiden ini menambah daftar panjang masalah transportasi di Spanyol, menyusul kecelakaan maut di Adamuz, Andalusia, awal bulan ini yang menewaskan 45 orang. Investigasi terhadap tragedi Adamuz kini berfokus pada patahnya rel sepanjang 40 cm.

Data awal menunjukkan adanya masalah teknis yang mengkhawatirkan. Bagian rel baru buatan tahun 2023 dilas ke bagian rel lama buatan tahun 1989. Sambungan antar-generasi inilah yang diduga menjadi titik lemah hingga menyebabkan retakan.

"Segala sesuatunya tampak menunjukkan bahwa terpisahnya dua potongan rel yang dilas tersebut adalah penyebab tragedi itu," ujar Iñaki Barrón, Kepala Komisi Investigasi Independen.

Kekacauan di Catalonia

Selain jalur kereta cepat, layanan kereta lokal Rodalies di Catalonia juga berada dalam kondisi kritis. Pekan lalu, seorang masinis magang tewas akibat kereta menabrak dinding yang runtuh, memicu aksi mogok kerja para masinis yang menuntut jaminan keselamatan lebih baik.

Pada Senin lalu, layanan Rodalies kembali lumpuh total akibat dua insiden terpisah. Pemerintah Spanyol menyatakan belum mengetahui penyebab pasti gangguan tersebut, namun tidak menutup kemungkinan adanya serangan siber.

Kritik tajam datang dari berbagai pihak. Partai Republik Kiri Catalan (ERC) menuding jaringan Rodalies telah menderita akibat "kurangnya investasi selama puluhan tahun." Sementara itu, Presiden Kamar Dagang Terrassa, Ramon Talamàs, menekankan dampak non-ekonomi dari krisis ini. "Kerusakan reputasi ini sama buruknya atau bahkan lebih buruk daripada kerugian ekonomi," ujarnya.

Tekanan Politik Meningkat

Situasi ini menempatkan Menteri Óscar Puente dalam posisi sulit. Politisi oposisi mendesak pengunduran dirinya dan menuduh pemerintah menyesatkan publik pasca kecelakaan Adamuz.

Perdana Menteri Pedro Sánchez dijadwalkan hadir di hadapan Kongres pada 11 Februari mendatang untuk memberikan keterangan terkait krisis transportasi yang tengah melanda Spanyol tersebut. (BBC/Z-2)