Pakar FKUI Bagikan Tips untuk Kendalikan Penyakit Autoimun


Penulis: Asha Bening Rembulan - 22 March 2026, 10:40 WIB
Freepik

MENYAMBUT Hari Raya Idul Fitri, masyarakat berbondong-bondong menyiapkan perayaan tersebut. Biasanya, masyarakat dihadapkan dengan berbagai aktivitas, seperti silaturahmi hingga mudik. 

Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.

Sstaf pengajar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Anshari Saifuddin Hasibuan, Sp.PD., K-AI, membagikan tips untuk penderita autoimun agar tetap sehat saat perayaan Lebaran.

Apa itu Autoimun?

Penyakit autoimun merupakan suatu kondisi saat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat dalam tubuh. Beberapa penyakit autoimun yang sering dijumpai di masyarakat, seperti lupus, rheumatoid arthritis, psoriasis, serta penyakit tiroid autoimun.

Anshari menjelaskan bahwa penyakit autoimun memang belum dapat disembuhkan sepenuhnya sehingga menjaga kondisi tubuh dengan baik menjadi kunci agar penderita tetap menjalani aktivitas secara baik, termasuk menikmati momen Lebaran bersama keluarga.

Namun, Anshari mengingatkan bahwa pola hidup selama Lebaran berpotensi memicu kekambuhan. 

Menurutnya, perubahan pola makan dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, garam serta kurangnya waktu istirahat dapat menjadi faktor kekambuhan.

Selain itu, faktor meningkatnya stres akibat aktivitas sosial dan kelalaian dalam mengonsumsi obat juga berperan dalam menyebabkan kekambuhan bagi penderita autoimun.

Tips Mengendalikan Autoimun

Untuk menghadapi situasi Lebaran yang berpotensi dalam menyebabkan kekambuhan, Anshari menekankan pentingnya pengelolaan penyakit secara menyeluruh, mulai dari terapi obat dan pengaturan gaya hidup.

Dari sisi pengobatan, penderita harus disiplin mengikuti anjuran dokter. Umumnya, dokter akan memberikan obat antiinflamasi untuk mengurangi nyeri, kortikosteroid untuk menekan peradangan, imunosupresan, hingga terapi biologis pada kasus tertentu.

Penderita autoimun diimbau untuk memastikan ketersediaan obat selama periode libur Lebaran dan tidak mengubah dosis tanpa konsultasi medis. 

Anshari menambahkan agar para penderita autoimun menggunakan pengingat agar jadwal minum obat tidak terlewat di tengah kesibukan Lebaran.

Di sisi lain, pengaturan gaya hidup juga menjadi kunci dalam menjaga kestabilan kondisi autoimun. Para penderita dianjurkan untuk menjaga pola makan seimbang dan memperbanyak konsumsi sayur serta buah. Asupan cairan yang cukup turut mendukung fungsi tubuh secara optimal.

Teknik relaksasi sederhana, seperti latihan pernapasan, meditasi, atau aktivitas spiritual menjadi cara untuk mengelola stres agar kekambuhan tidak terjadi. Dukungan keluarga juga diperlukan agar penderita tidak merasa terbebani untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Anshari juga menyarankan untuk mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat diperlukan, dan membatasi aktivitas saat kondisi tubuh menurun.

“Dengan pengelolaan yang baik, pasien autoimun dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman dan aman. Kuncinya adalah mengenali batas tubuh dan tidak memaksakan diri,” pungkas dr. Anshari. (Dok FKUI/Z-1)