Niat Mandi Wajib setelah Berhubungan Suami Istri untuk Perempuan di Bulan Puasa
MANDI wajib adalah mandi besar yang dilakukan oleh seorang Muslim untuk mensucikan diri dari hadas besar agar kembali suci dan dapat melaksanakan ibadah dalam ajaran Islam.
Mandi wajib dilakukan dengan cara mengalirkan air ke seluruh tubuh, mulai dari kepala hingga ujung kaki, disertai niat untuk menghilangkan hadas besar.
Niat mandi wajib setelah berhubungan suami istri untuk perempuan di bulan puasa adalah niat yang dibaca ketika akan melakukan mandi besar untuk menghilangkan hadas besar setelah berhubungan suami istri, agar kembali suci dan dapat melaksanakan ibadah seperti sholat dan puasa dalam ajaran Islam.
Berikut Bacaan Niat Mandi Wajib setelah Berhubungan Suami Istri
Bacaan Arab
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأَكْبَرِ مِنَ الْجَنَابَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Bacaan Latin
Nawaitul ghusla li raf‘il hadatsil akbari minal janābati fardhan lillāhi ta‘ālā.
Artinya
“Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah Ta‘ala.”
Tujuan Mandi Wajib
- Mensucikan diri dari hadas besar setelah berhubungan suami istri.
- Agar dapat melaksanakan ibadah seperti sholat, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya.
- Menjaga kebersihan dan kesucian diri sebelum menjalankan ibadah puasa.
Hal yang Menyebabkan Mandi Wajib
- Setelah berhubungan suami istri.
- Keluar air mani.
- Setelah selesai haid bagi perempuan.
- Setelah selesai Nifas.
- Ketika seseorang masuk Islam.
- Setelah meninggal dunia.
Mandi wajib boleh dilakukan sebelum atau sesudah waktu Subuh. Jika berhubungan pada malam hari di bulan Ramadan, seseorang tetap boleh mandi setelah Subuh dan puasanya tetap sah, selama hubungan tersebut dilakukan sebelum waktu imsak atau Subuh. (Z-4)
Sumber: basimaslahat, baznas