Niat Sholat Gerhana Bulan Makmum: Teks Arab, Latin, dan Tata Caranya Lengkap
FENOMENA alam gerhana bulan atau dalam istilah fikih disebut sebagai Khusuf al-Qamar merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Sebagai umat Muslim, kita dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah gerhana secara berjamaah di masjid. Bagi Anda yang bertindak sebagai makmum, memahami niat dan tata cara yang benar sangatlah penting karena struktur sholat ini berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya.
Niat Sholat Gerhana Bulan Makmum
Berikut adalah bacaan niat sholat gerhana bulan (Khusuf) khusus untuk makmum dalam teks Arab, latin, dan artinya:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Teks Latin: Ushalli sunnatal khusuufi rak'ataini ma'muuman lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Hukum Sholat Gerhana Bulan
Hukum melaksanakan sholat gerhana bulan adalah Sunnah Muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW bersabda bahwa matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah, dan gerhana tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika melihatnya, umat Islam diminta untuk segera berdzikir, berdoa, dan melaksanakan sholat.
Bagaimana Jika Terlambat Masuk Jamaah (Masbuq)?
Jika seorang makmum terlambat dan mendapati imam sudah melakukan ruku' pertama pada rakaat tersebut, maka makmum dianggap mendapatkan rakaat tersebut. Namun, perlu diingat bahwa sholat gerhana memiliki dua kali ruku' dalam satu rakaat. Jika makmum tertinggal ruku' pertama namun mendapati ruku' kedua, maka menurut mayoritas ulama, makmum tersebut telah kehilangan rakaat itu dan wajib menambahnya setelah imam salam.
Tata Cara Sholat Gerhana Bulan
Berbeda dengan sholat sunnah lainnya, sholat gerhana memiliki ciri khas pada jumlah ruku' dan bacaannya. Berikut urutannya:
- Niat (di dalam hati).
- Takbiratul Ihram.
- Membaca doa iftitah dan Al-Fatihah, dilanjutkan surat yang panjang dengan suara lantang (jahr).
- Ruku' yang lama.
- Bangkit dari ruku' (I'tidal) namun tidak langsung sujud, melainkan membaca Al-Fatihah lagi dan surat yang lebih pendek dari sebelumnya.
- Ruku' kedua yang lamanya lebih singkat dari ruku' pertama.
- I'tidal kedua.
- Sujud dua kali seperti sholat biasa.
- Mengulangi urutan di atas pada rakaat kedua.
- Tahiyat akhir dan Salam.
Amalan Sunnah Saat Terjadi Gerhana Bulan
Selain melaksanakan sholat, terdapat beberapa amalan yang sangat dianjurkan bagi makmum dan seluruh umat Muslim:
- Memperbanyak Istighfar dan Dzikir.
- Bersedekah kepada yang membutuhkan.
- Mengumandangkan takbir.
- Mendengarkan khutbah gerhana yang disampaikan imam setelah sholat selesai.
FAQ Sholat Gerhana Bulan
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Apakah sholat gerhana bulan boleh dilakukan sendiri? | Boleh, namun lebih utama dilakukan secara berjamaah di masjid. |
| Apa perbedaan Khusuf dan Kusuf? | Khusuf adalah gerhana bulan, sedangkan Kusuf adalah gerhana matahari. |
| Kapan waktu mulai sholat gerhana? | Sholat dimulai sejak gerhana mulai tampak hingga bulan kembali terang sempurna. |
Persiapan Makmum
- Memastikan waktu puncak gerhana di wilayah masing-masing.
- Berwudhu dengan sempurna dari rumah.
- Membawa alat sholat pribadi yang bersih.
- Meniatkan diri untuk mendengarkan khutbah sebagai tambahan ilmu. (Z-10)