BMKG: Bibit Siklon 90S di Selatan Jawa, Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan


Penulis: Atalya Puspa     - 03 March 2026, 07:49 WIB
MI/Ramdani

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi tumbuhnya Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah. Fenomena tersebut berpotensi memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia pada 2-8 Maret 2026.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan, keberadaan Bibit Siklon 90S diperkuat oleh sejumlah sistem tekanan rendah di Samudra Pasifik utara Papua, Teluk Carpentaria, dan pesisir barat laut Australia. Kondisi tersebut membentuk daerah pertemuan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara masif.

Bibit Siklon Tropis 90S dan sistem tekanan rendah di sekitar Papua serta Australia membentuk daerah pertemuan angin. Hal ini mendukung pertumbuhan awan hujan yang sangat masif di sepanjang daerah konvergensi tersebut,” ujar Andri di Jakarta, Senin (2/3).

Data BMKG mencatat curah hujan ekstrem mencapai 133,2 mm per hari terjadi di Papua Barat pada periode 26 Februari hingga 1 Maret 2026. Dalam periode yang sama, hujan lebat juga mengguyur DI Yogyakarta, Surabaya, dan Maluku Utara.

BMKG menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi kombinasi Bibit Siklon 90S, pertemuan angin monsun dengan angin baratan, serta aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer Kelvin serta Rossby yang mempercepat pembentukan awan hujan.

Secara global, La Niña kategori lemah masih aktif dan meningkatkan pasokan uap air, terutama di Indonesia bagian timur. Aktivitas MJO diprediksi bergerak ke fase 5 dan 6 di wilayah Pasifik Barat, yang berkontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di Laut Cina Selatan, Samudra Hindia barat daya Lampung hingga NTT, Bali, NTB, pesisir selatan Jawa, serta perairan utara Bali hingga NTT.

Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani menambahkan, pada 2-4 Maret 2026, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Sumatra, sebagian Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.

“Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga di wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan; serta angin kencang di DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua Selatan,” kata Ida.

Memasuki periode 5-8 Maret 2026, cuaca umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, peningkatan intensitas menjadi sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sebagian Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan Papua.

BMKG mengingatkan, hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang dengan kategori siaga juga berpotensi terjadi di Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan NTT. Potensi angin kencang turut mengintai Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Maluku.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG serta melakukan langkah antisipatif guna meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi. (E-4)