Rayakan HPSN 2026, BRI Beri Edukasi dan Kenalkan Inovasi Soal Sampah


Penulis: Siti Retno Wulandari - 23 February 2026, 15:43 WIB
BRI

SEBAGAI bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melakukan berbagai inisiatif pengelolaan sampah melalui ragam program di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya kegiatan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah di Bank Sampah Cantik Resik yang terletak di Kelurahan Jatikramat, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kegiatan ini melibatkan ratusan masyarakat yang terdiri atas pengurus Bank Sampah Cantik Resik, siswa/i SMPN 23 Kota Bekasi, serta masyarakat Kelurahan Jatikramat. Kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dilaksanakan melalui pemaparan materi tentang inovasi produk. Dimulai dengan mengenalkan berbagai inovasi pengelolaan sampah berkelanjutan yang diharapkan dapat diadaptasi dan dijalankan di Kelurahan Jatikramat, Kota Bekasi.

Dalam sesi edukasi pilah sampah, masyarakat diberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah yang baik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, terutama sampah yang bersumber dari rumah tangga. Para peserta juga diajak melakukan kampanye lingkungan melalui lomba inovasi produk. Hal ini ditujukan agar peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman nyata dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program BRI Peduli Yok Kita Gas, BRI kemudian memberikan bantuan berupa dua unit komposter yang diharapkan dapat membantu mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk padat maupun cair, sehingga dapat mengurangi limbah yang dibuang ke TPA. Selain itu, diberikan juga keranjang sampah anorganik dan peralatan lainnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan sejalan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, BRI menegaskan komitmen nyata dalam membantu mengatasi permasalahan sampah di berbagai daerah, terutama di kota-kota besar. “Pelaksanaan Program BRI Peduli Yok Kita Gas di Bank Sampah Cantik Resik dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional merupakan bentuk nyata kepedulian BRI dalam membantu mengatasi permasalahan sampah dan menjaga keseimbangan lingkungan,” ungkapnya melalui keterangan pers, Sabtu(21/2).

Ia menambahkan, Program BRI Peduli Yok Kita Gas juga merupakan wujud kontribusi BRI dalam Gerakan Indonesia ASRI yang merupakan inisiatif strategis dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perbaikan lingkungan serta penguatan partisipasi sosial.

Hasilnya, program BRI Peduli Yok Kita Gas di Bank Sampah Cantik Resik berhasil mengumpulkan 95,7 kg sampah yang terdiri dari 8,18 kg sampah organik dan 87,52 kg sampah anorganik. Selain itu, kegiatan inovasi produk sampah juga menghasilkan empat produk olahan sampah anorganik dan satu produk olahan sampah organik.

Dhanny mengungkapkan BRI Peduli Yok Kita Gas secara nyata telah memberikan dampak bagi masyarakat di berbagai wilayah, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen BRI dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang tersirat dalam Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Ekonomi, dan Pilar Pembangunan Lingkungan.

Sejak digulirkan pada 2021, program BRI Peduli Yok Kita Gas telah dilaksanakan di 117 lokasi di Indonesia yang tersebar di 45 bank sampah, 5 pasar tradisional, 44 kelurahan, 91 sekolah, 44 titik sungai, dan 25 titik penyebaran Collection Point Vending Machine. Hasilnya, BRI Peduli Yok Kita Gas berhasil mengumpulkan 519,98 juta kg sampah anorganik, 779,74 juta kg sampah organik, menghasilkan 1.003 liter pupuk organik cair, 24.025 unit pupuk kompos, 777 liter eco enzyme, serta potensi reduksi emisi gas rumah kaca sebesar 2.366.226,88 kg CO2e.

Program ini juga telah menyalurkan 12 jenis pelatihan manajemen sampah, 45 unit mesin pengolahan sampah, 43 jenis peralatan penunjang bank sampah, 44 unit kendaraan penunjang bank sampah, 3 unit rumah maggot, 249 unit tempat sampah, 50 unit komposter, 1.960 unit kantong pilah, serta menghasilkan 5 inovasi produk pengelolaan sampah. (E-3)