Baznas Komitmen Beri Bantuan Kemanusiaan ke Sudan


Penulis:  Despian Nurhidayat - 22 February 2026, 20:15 WIB
Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Yassir Mohamed Ali Mohamed, di Kantor Pusat Baznas, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi bantuan kemanusiaan. ​Pertemuan tersebut menyoroti kondisi terkini di Sudan serta rencana kolaborasi strategis antara Baznas dengan pemangku kepentingan lainnya demi bantuan kemanusiaan di Sudan. Bantuan di negara mayoritas Muslim itu dinilai sangat penting menyusul laporan mendalam mengenai krisis kesehatan dan situasi darurat yang masih melanda Sudan.

​“Kami di Baznas menaruh keprihatinan yang sangat mendalam atas krisis kemanusiaan yang terus melanda saudara-saudara kita di Sudan. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, Baznas berkomitmen untuk tidak membiarkan mereka berjuang sendirian di tengah konflik yang masih tidak kondusif ini,” jelas Ketua Baznas RI, Noor Achmad, dikutip dari keterangan resmi, Minggu (22/2). 

​Menurutnya, Baznas menegaskan kesiapannya untuk terus memelopori penghimpunan bantuan bagi rakyat Sudan yang telah berjalan selama ini. Melalui momentum audiensi tersebut, intensitas kampanye kemanusiaan akan semakin ditingkatkan guna memobilisasi dukungan publik yang lebih besar dan berdampak luas.

​“Terutama untuk mendukung sektor kesehatan dengan penyediaan fasilitas medis dan obat-obatan yang dinilai sangat mendesak. Kami ingin memastikan amanah dari rakyat Indonesia tersalurkan dengan tepat dan menjadi titik terang bagi kepulihan Sudan ke depannya,” katanya.

​Sementara itu, Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Yassir Mohamed Ali Mohamed, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Indonesia sebagai negara sahabat yang menunjukkan solidaritas nyata di masa krisis.

​Dubes Sudan menitipkan harapan besar agar sinergi kemanusiaan dengan Baznas ke depannya dapat difokuskan pada pemulihan sektor kesehatan. Mengingat banyaknya fasilitas medis yang terdampak konflik, bantuan berupa pembangunan kembali rumah sakit dan pengadaan alat kesehatan menjadi prioritas utama. Hal ini diharapkan dapat menekan angka fatalitas akibat krisis yang telah merenggut lebih dari 200.000 jiwa, terutama di kalangan perempuan dan anak-anak. (E-3)