Waspada Campak, Otoritas Kesehatan Australia Barat Lacak Paparan dari Penerbangan Jakarta


Penulis: Atalya Puspa     - 22 February 2026, 10:15 WIB
Dok.Pribadi

OTORITAS kesehatan Australia Barat (Director of Communicable Disease Control Directorate) di Perth pada 12 Februari 2026 mengeluarkan peringatan kewaspadaan campak (Measles Alert). Peringatan itu menyusul ditemukannya dua kasus baru di wilayah tersebut.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama menyampaikan dalam laporan tersebut penerbangan Batik Air dari Jakarta diidentifikasi sebagai salah satu lokasi paparan (exposure site) atau sumber penularan.

“Secara jelas disebutkan tentang penerbangan Batik Air Flight ID6080 dari Jakarta 7 Februari dan sampai ke Perth pada 8 Februari 2026. Disebutkan juga bahwa yang perlu diwaspadai adalah situasi di Terminal 1 Bandara Perth pada 8 Februari 2026 antara pukul 00.40 sampai 01.30,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, penumpang dalam pesawat tersebut memiliki risiko kontak dengan kasus campak, termasuk pihak yang berada di Bandara Perth saat waktu kedatangan pesawat.

“Artinya, mereka yang ada dalam pesawat Batik Air tersebut punya risiko kontak dengan kasus campak dari negara kita, dan juga mereka yang ada di bandara Perth dalam waktu pesawat Batik Air itu mendarat,” kata Tjandra.

Ia menilai terdapat tiga hal yang dapat menjadi pelajaran dari kejadian ini. “Pertama, bagaimana otoritas kesehatan Australia dengan sangat rinci menelusuri perjalanan penyakit yang masuk negaranya sehingga identifikasi kasus dapat dengan cermat dilakukan,” tuturnya.

“Kedua, informasi kepada warga juga amat rinci tentang kemungkinan penularan, baik tempat maupun waktunya sampai ke menitnya. Dua hal ini tentu dapat jadi benchmark untuk penyelidikan epidemiologik (PE) yang amat baik,” lanjutnya.

Otoritas kesehatan Australia Barat, kata dia, juga menyebutkan akan melakukan monitoring hingga 26 Februari 2026, sesuai masa inkubasi dan perjalanan penyakit campak.

Lebih lanjut, Tjandra menekankan perlunya kewaspadaan di dalam negeri mengingat kasus tersebut datang melalui penerbangan dari Jakarta.

“Ketiga, karena kasusnya datang dengan pesawat dari Jakarta maka tentu sebaiknya dilakukan juga kewaspadaan di dalam negeri, di mana kasusnya tinggal atau bekerja, bagaimana status imunisasi campaknya, apakah ada penularan di sekitarnya di Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap kewaspadaan yang diangkat dalam Measles Alert di Australia Barat juga dapat mendorong penguatan program pengendalian penyakit campak maupun penyakit menular lainnya di Tanah Air. (Z-2)