Doa untuk Indonesia dan Palestina Warnai Milad ke-18 Adara Relief International


Penulis: Naufal Zuhdi - 20 February 2026, 16:45 WIB
Dok Adara

SUASANA khidmat dan haru menyelimuti kantor Adara Relief International, Rabu (18/2). Ulama asal Palestina, Syekh Muhammad Said Bakr, memimpin doa bersama dalam rangka tasyakuran Milad ke-18 lembaga kemanusiaan tersebut. Ia juga mendoakan rakyat Palestina agar diberi keteguhan dan kekuatan menghadapi situasi sulit yang terus berlangsung.

Tak hanya untuk Palestina, doa juga dipanjatkan bagi masyarakat Indonesia, khususnya Sumatra dan Aceh yang masih dalam proses pemulihan pascabencana. Lantunan doa itu mempertegas ikatan ukhuwah antara rakyat Indonesia dan Palestina yang telah terjalin lama. Kehadiran Syekh Said bertepatan dengan rangkaian roadshow KOLAK Ramadan, menjadikan momen milad kali ini terasa semakin bermakna, terlebih di tengah krisis kemanusiaan berkepanjangan yang masih melanda Gaza. 

Direktur Utama Adara, Maryam Rachmayani, membuka acara dengan menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang lembaga tersebut dalam mengabdi bagi Palestina dan Indonesia. Sementara itu, Ketua Yayasan Adara, Nurjanah Hulwani, menegaskan bahwa sejak berdiri pada 14 Februari 2008, Adara konsisten menghadirkan program kemanusiaan, edukasi, dan advokasi yang berfokus pada anak dan perempuan.

Selama hampir dua dekade, dukungan para donatur telah menjangkau ratusan ribu penerima manfaat melalui santunan yatim, pendidikan darurat, bantuan pangan, hingga program pemulihan. Komitmen itu pun mendapat pengakuan nasional melalui penghargaan Program International Fundraising Terbaik dalam ajang Indonesia Fundraising Award 2025 atas Program Bangun Kembali Gaza. Dalam sesi refleksi, jajaran pembina menyampaikan harapan agar kiprah Adara semakin luas dan berdampak.

“Kita tidak hanya mengirim gandum, tetapi sedang membangun kembali peradaban,” ujar Yulia Andani Murti, dikutip dari siaran pers yang diterima, Jumat (20/2).

Direktur Adara periode 2020–2023, Sri Vira Chandra, menambahkan bahwa lembaga ini tidak sekadar menyalurkan bantuan.

“Adara tak hanya berdiri untuk menyalurkan bantuan, namun juga memastikan setiap anak merasakan kasih sayang dan perhatian layaknya cinta ibu pada anaknya, seperti pada logo Adara,” tuturnya.

Mengusung tema Collaborative Compassion, Milad ke-18 Adara menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menebar manfaat secara berkelanjutan bagi Palestina dan Indonesia. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan kue sebagai simbol syukur. Filosofi tumpeng yang mengerucut ke atas dimaknai sebagai hubungan hamba dengan Tuhan, sementara bagian bawah yang melebar mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama. Momentum tersebut menjadi peneguhan komitmen bahwa solidaritas kemanusiaan akan terus dijaga dan diperluas demi masa depan Palestina dan Indonesia yang lebih baik. (E-4)