Waspada Banjir Rob 12-19 Februari 2026, BMKG: Dipicu Fenomena Fase Bulan Baru


Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani - 12 February 2026, 00:34 WIB
Dok. Antara

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia pada pertengahan Februari 2026. Fenomena ini dipicu oleh fase Bulan Baru yang akan terjadi pada 17 Februari 2026.

Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa kemunculan fase Bulan Baru tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum. Berdasarkan pemantauan data water level dan prediksi pasang surut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Peringatan Dampak Aktivitas

Potensi banjir rob ini dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial di sekitar pelabuhan serta pemukiman pesisir, meliputi:

  • Kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
  • Aktivitas transportasi laut.
  • Perikanan darat dan budidaya tambak garam.
  • Pemukiman penduduk di wilayah pesisir rendah.

Daftar Wilayah Terdampak Banjir Rob Februari 2026

BMKG mendeteksi setidaknya 17 provinsi di Indonesia yang memiliki risiko tinggi terdampak kenaikan pasang air laut. Berikut adalah rincian wilayahnya:

Pulau / Wilayah Provinsi Terdampak
Sumatera Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat
Jawa & Bali Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali
Kalimantan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan
Sulawesi & Maluku Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara
Nusa Tenggara Nusa Tenggara Barat (NTB)

Jadwal Puncak Banjir Rob di Pesisir Utara Jawa

Khusus untuk wilayah pesisir utara (Pantura) Jawa, BMKG memperkirakan puncak potensi rob akan terjadi pada rentang waktu 12 hingga 19 Februari 2026. Wilayah yang perlu memberikan perhatian ekstra antara lain:

  • DKI Jakarta (Pesisir Utara)
  • Jawa Tengah: Semarang, Demak, Pekalongan, Kendal, Jepara, Tegal, dan Brebes.

Sementara itu, untuk wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau, potensi kenaikan air laut diprediksi berlangsung dari pertengahan hingga akhir Februari 2026.

Faktor Penyebab dan Imbauan BMKG

Eko Prasetyo menegaskan bahwa tingkat keparahan banjir rob di setiap daerah akan berbeda-beda. Hal ini sangat bergantung pada kondisi topografi pesisir masing-masing wilayah, pola pasang surut setempat, serta faktor meteorologis tambahan seperti kecepatan angin dan tekanan udara.

Masyarakat diimbau untuk selalu siaga dan melakukan langkah-langkah mitigasi mandiri, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat dan memantau ketinggian air secara berkala. Untuk informasi cuaca maritim yang lebih akurat dan real-time, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BMKG di:

  • Website resmi: maritim.bmkg.go.id
  • Aplikasi mobile: InfoBMKG
  • Media sosial resmi BMKG di berbagai platform.

(Ant/H-3)