Bacaan Hadoroh Yasin Lengkap: Arab, Latin, dan Tata Caranya
DALAM tradisi masyarakat Muslim di Indonesia, kegiatan membaca Surat Yasin seringkali diawali dengan serangkaian bacaan doa pembuka yang dikenal dengan istilah hadoroh Yasin. Hadoroh atau tawasul ini merupakan bentuk penghormatan dan pengiriman doa yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, para auliya, hingga arwah keluarga yang telah mendahului kita. Melakukan hadoroh sebelum membaca Yasin dianggap sebagai adab yang baik untuk menyambungkan sanad keilmuan dan keberkahan bacaan Al-Qur'an.
Istilah hadoroh sendiri berasal dari bahasa Arab hadrah yang berarti kehadiran. Dalam konteks amaliah seperti tahlilan atau yasinan, hadoroh dimaknai sebagai hadiah bacaan Al-Fatihah yang dikhususkan kepada orang-orang tertentu sebelum memasuki inti bacaan, yaitu Surat Yasin. Bagi Anda yang hendak memimpin atau melaksanakan yasinan, memahami urutan dan bacaan hadoroh yang benar sangatlah penting.
Berikut adalah panduan lengkap bacaan hadoroh Yasin mulai dari teks Arab, latin, hingga terjemahannya yang disusun secara sistematis.
Urutan dan Bacaan Hadoroh Yasin Lengkap
Pelaksanaan hadoroh umumnya dibagi menjadi beberapa bagian. Setiap bagian diakhiri dengan membaca Surat Al-Fatihah. Berikut adalah urutan yang lazim digunakan oleh masyarakat Muslim di Indonesia.
1. Hadoroh kepada Nabi Muhammad SAW
Langkah pertama adalah mengirimkan Al-Fatihah kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya. Ini adalah bentuk tawasul utama.
إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Ila hadrotin nabiyyil musthofa muhammadin shollallahu 'alaihi wa sallama, wa alihi wa azwajihi wa auladihi wa dzurriyatihi. Lahumul fatihah.
Artinya: "Kepada yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, istri-istri, anak-anak, dan keturunannya. Untuk mereka, Al-Fatihah."
(Membaca Surat Al-Fatihah 1 kali)
2. Hadoroh kepada Para Sahabat dan Nabi Terdahulu
Setelah kepada Rasulullah, hadoroh dilanjutkan kepada para saudara Nabi dari kalangan nabi-nabi terdahulu, para sahabat, syuhada, dan orang-orang saleh.
ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلَانِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Tsumma ila hadroti ikhwanihi minal anbiya-i wal mursalin, wal auliya-i wasy syuhada-i wash sholihin, wash shohabati wat tabi'in, wal 'ulama-il 'amilin, wal mushonnifinal mukhlishin, wa jami'il mala-ikatil muqorrobin, khusushon ila sayyidina asy-syaikh 'abdil qodir al-jailani, rodhiyallahu 'anhu. Al-Fatihah.
Artinya: "Kemudian kepada para handai taulan dari kalangan nabi dan rasul, para wali, para syuhada, orang-orang saleh, para sahabat dan tabi'in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, dan kepada semua malaikat yang mendekatkan diri kepada Allah, khususnya kepada penghulu kami Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Untuk mereka, Al-Fatihah."
(Membaca Surat Al-Fatihah 1 kali)
3. Hadoroh kepada Ahli Kubur (Muslimin dan Muslimat)
Bagian ini bersifat umum, ditujukan kepada seluruh umat Islam yang telah meninggal dunia, dari timur hingga barat bumi.
ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا أَبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتَنَا وَأَسَاتِذَةَ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ. الْفَاتِحَةُ
Latin: Tsumma ila jami'i ahlil quburi minal muslimina wal muslimat, wal mu'minina wal mu'minat, min masariqil ardhi wa magharibiha barriha wa bahriha, khushushon aba-ana wa ummahatina, wa ajdadana wa jaddatina, wa masyayikhana wa masyayikha masyayikhina, wa asatidzatana wa asatidzata asatidzatina, wa liman ijtama'na hahuna bisababihi. Al-Fatihah.
Artinya: "Kemudian kepada seluruh ahli kubur dari kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, dari timur hingga barat bumi, di darat maupun di laut. Khususnya kepada bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, kakek-kakek kami, nenek-nenek kami, guru-guru kami, gurunya guru-guru kami, dan kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini. Untuk mereka, Al-Fatihah."
(Membaca Surat Al-Fatihah 1 kali)
4. Hadoroh Khusus (Menyebut Nama Almarhum/Almarhumah)
Jika pembacaan Yasin ini dikhususkan untuk mendoakan orang tertentu (misalnya dalam acara 7 harian, 40 harian, atau haul), maka pada bagian ini nama almarhum atau almarhumah disebutkan secara spesifik.
خُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ ... (sebut nama almarhum/ah bin/binti nama ayah) ... وَأُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ وَذَوِي الْحُقُوْقِ عَلَيْهِ أَجْمَعِيْنَ. أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُ وَيَرْحَمُهُ وَيُعَافِهِ وَيَعْفُ عَنْهُ وَيَجْعَلُ الْجَنَّةَ مَثْوَاهُ. الْفَاتِحَةُ
Latin: Khushushon ila ruhi ... (Sebut Nama) ... wa ushulihi wa furu'ihi wa dzawil huquqi 'alaihi ajma'in. Annallaha yaghfiru lahu wa yarhamuhu wa yu'afihi wa ya'fu 'anhu wa yaj'alul jannata matswahu. Al-Fatihah.
Artinya: "Khususnya kepada ruh ... (Nama) ... serta para leluhur dan keturunannya, dan semua yang memiliki hak atasnya. Sesungguhnya Allah mengampuninya, merahmatinya, membebaskannya (dari siksa), memaafkannya, dan menjadikan surga sebagai tempat tinggalnya. Al-Fatihah."
(Membaca Surat Al-Fatihah 1 kali)
Melanjutkan dengan Membaca Surat Yasin
Setelah rangkaian hadoroh di atas selesai dibacakan dan ditutup dengan Al-Fatihah terakhir, barulah pembacaan inti dimulai. Membaca Surat Yasin diawali dengan ta'awudz dan basmalah.
Membaca Surat Yasin memiliki keutamaan yang sangat besar, hingga disebut sebagai jantungnya Al-Qur'an (Qalbul Quran). Bagi Anda yang ingin membaca teks lengkap Surat Yasin beserta terjemahannya, Anda dapat mengaksesnya melalui tautan berikut: Baca Surat Yasin Lengkap Arab dan Latin.
Pentingnya Adab dalam Membaca Hadoroh
Membaca hadoroh yasin bukan sekadar ritual lisan, melainkan sebuah upaya spiritual untuk menyambungkan hati. Beberapa adab yang perlu diperhatikan saat membaca hadoroh antara lain:
- Suci dari Hadas: Pastikan Anda dalam keadaan berwudhu karena yang akan dibaca adalah bagian dari ayat-ayat suci dan doa.
- Menghadap Kiblat: Posisi terbaik saat berdoa dan membaca Al-Qur'an adalah menghadap kiblat.
- Niat yang Ikhlas: Niatkan bacaan ini semata-mata mengharap ridha Allah SWT dan menghadiahkan pahalanya kepada mereka yang telah disebutkan dalam hadoroh.
- Kekhusyukan: Membaca dengan tenang, tartil, dan menghayati makna dari setiap doa yang dipanjatkan.
Dengan menerapkan tata cara hadoroh Yasin yang benar, diharapkan keberkahan dari pembacaan Surat Yasin dapat mengalir tidak hanya kepada pembacanya, tetapi juga sampai kepada arwah keluarga dan orang-orang saleh yang kita tuju. (Z-10)