Hewan Bermata Empat Ditemukan, Semuanya Punya Fungsi
PENEMUAN dan kajian ilmiah menunjukkan beberapa spesies hewan di dunia memiliki struktur mata yang secara fungsi dapat disebut sebagai “empat mata”. Fenomena ini bukan berarti hewan tersebut memiliki empat bola mata terpisah, melainkan sistem penglihatan unik yang memungkinkan mereka melihat dalam dua arah atau dua lingkungan berbeda secara bersamaan.
Salah satu contoh paling dikenal adalah ikan Anableps anableps atau dikenal sebagai four-eyed fish. Ikan ini hidup di perairan payau Amerika Tengah dan Selatan. Secara anatomi, ikan ini memiliki dua mata besar, tetapi masing-masing mata terbagi menjadi dua bagian oleh jaringan horizontal. Bagian atas mata berfungsi untuk melihat di udara, sementara bagian bawah digunakan untuk melihat di dalam air. Struktur ini memungkinkan ikan Anableps mendeteksi predator dari atas sekaligus mencari makanan di bawah permukaan air.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Biology menyebutkan adaptasi tersebut membuat ikan Anableps memiliki keunggulan visual dibanding ikan lain di habitat serupa. Retina pada setiap bagian mata memiliki kepadatan sel fotoreseptor yang berbeda, disesuaikan dengan intensitas cahaya di udara dan air.
Fenomena “empat mata” juga ditemukan pada beberapa jenis laba-laba lompat. Laba-laba ini umumnya memiliki delapan mata, namun empat di antaranya menjadi mata utama yang memiliki resolusi tinggi. Empat mata tersebut bekerja bersama untuk mendeteksi gerakan, jarak, dan detail visual dengan sangat presisi. Studi dari Smithsonian National Museum of Natural History menjelaskan kemampuan visual ini membuat laba-laba lompat mampu berburu tanpa jaring dan melakukan lompatan akurat ke arah mangsa.
Selain itu, beberapa spesies reptil seperti tuatara memiliki mata parietal atau “mata ketiga” yang peka terhadap cahaya. Meski tidak berfungsi untuk melihat gambar, mata ini membantu mengatur ritme biologis dan mendeteksi perubahan cahaya lingkungan. Jika digabungkan dengan dua mata utama, sistem penglihatan tuatara sering disebut memiliki fungsi visual ganda yang menyerupai konsep empat mata.
Para ilmuwan menilai sistem mata ganda atau tersegmentasi ini merupakan hasil evolusi panjang yang bertujuan meningkatkan peluang bertahan hidup. Setiap “mata” atau bagian mata memiliki fungsi spesifik, mulai dari navigasi, berburu, hingga menghindari predator.
Penelitian tentang sistem penglihatan unik ini terus dikembangkan karena berpotensi menginspirasi teknologi optik dan kamera masa depan, khususnya untuk perangkat yang harus bekerja di dua lingkungan berbeda sekaligus. (Journal of Experimental Biology/Smithsonian National Museum of Natural History/Encyclopaedia Britannica/National Center for Biotechnology Information (NCBI)/Z-2)