Maksimalkan Program CKG untuk Masyarakat dan Hemat Biaya Kesehatan
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan cek kesehatan berkala sangat dianjurkan untuk masyarakat dengan tujuan mengetahui status kesehatan, mendeteksi dini gangguan kesehatan, dan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan.
Untuk mengetahui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berdampak pada masyarakat, perlu memperhatikan tiga hal. Pertama, pemeriksaan dilakukan terhadap gangguan kesehatan apa saja dan seberapa akurat pemeriksaan yang ada untuk mendeteksi dini suatu penyakit.
"Kedua, kalau ditemukan kelainan, apakah ada tindak lanjut yang jelas sampai ada penjelasan definitif apakah ada sakit atau tidak. Kalau ada sakit, juga harus ada kejelasan apakah yang dideteksi dini ini segera ditangani dengan baik atau tidak, karena kalau lambat ditangani, tentu tujuan deteksi dini untuk pengobatan jadi tidak tercapai," kata Tjandra saat dihubungi, Sabtu (24/1).
Ketiga yakni jika tidak ditemukan kelainan, apakah yang diperiksa dapat terus menjalankan pola hidup sehat. Kalau tidak, sekarang mungkin tidak/belum sakit tetapi di waktu mendatang sebelum setahun lagi cek kesehatan rutinnya akan sudah ada gangguan kesehatan.
"Kalau tiga hal ini terjaga baik baru kita dapat menghubungkan program cek kesehatan gratis dengan penurunan pembengkakan anggaran kesehatan dan juga terwujudnya masyarakat kita yang sehat," ujar Tjandra.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut program CKG sebagai kebijakan rasional yang dirancang untuk menghemat anggaran negara dalam jangka panjang. Hal itu disampaikan Kepala Negara di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Saat ini sekitar 70 juta warga Indonesia telah menerima layanan Cek Kesehatan Gratis dan akan memperoleh layanan tersebut satu kali setiap tahun. (I-2)