Tata Cara, Hukum, dan Niat Qodho Sholat Dzuhur Lengkap


Penulis:  Thalatie K Yani - 19 January 2026, 12:16 WIB
Unsplash

Dalam ajaran Islam, sholat lima waktu adalah kewajiban mutlak yang tidak boleh ditinggalkan tanpa alasan syar'i yang sangat mendesak. Namun, sebagai manusia biasa, terkadang seseorang mengalami kondisi tertentu seperti ketiduran, lupa, atau pingsan yang menyebabkan terlewatnya waktu sholat. Bagi umat Muslim yang meninggalkan sholat, baik sengaja maupun tidak, terdapat kewajiban untuk menggantinya, yang dikenal dengan istilah qodho sholat dzuhur jika yang ditinggalkan adalah sholat Dzuhur.

Melaksanakan qodho sholat dzuhur merupakan bentuk tanggung jawab seorang hamba kepada Allah SWT untuk melunasi utang ibadahnya. Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai tata cara, hukum, serta bacaan niat yang benar agar ibadah pengganti yang Anda lakukan sah menurut syariat.

Hukum Mengqodho Sholat Fardhu

Mayoritas ulama dari empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali) sepakat bahwa hukum mengqodho sholat fardhu yang terlewat adalah wajib. Kewajiban ini berlaku bagi siapa saja yang meninggalkan sholat, baik karena alasan yang dibenarkan syariat (udhur) seperti lupa dan tertidur, maupun karena kelalaian (sengaja).

Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam sebuah hadis sahih:

"Barangsiapa yang lupa sholat atau tertidur, maka hendaklah ia sholat ketika ia ingat. Tidak ada denda (kafarat) baginya selain hal tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim).

Meskipun sholat telah lewat waktunya, kewajiban untuk menunaikannya tidak gugur. Oleh karena itu, menyegerakan qodho sholat dzuhur begitu teringat atau terbangun sangat dianjurkan agar kita tidak terus-menerus dalam keadaan berutang kepada Allah SWT.

Bacaan Niat Qodho Sholat Dzuhur

Salah satu rukun sholat adalah niat. Dalam pelaksanaan qodho, lafal niat sedikit berbeda dengan sholat ada' (sholat pada waktunya). Perbedaannya terletak pada penegasan bahwa sholat tersebut dilakukan sebagai qodho (ganti).

Berikut adalah bacaan niat qodho sholat Dzuhur lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya:

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلهِ تَعَالَى

Latin: Ushallii fardhazh-Zhuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal-qiblati qodhaa’an lillaahi ta’aalaa.

Artinya: "Saya berniat mengerjakan sholat fardhu Dzuhur empat rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai ganti (qodho) karena Allah Ta'ala."

Niat Qodho Sholat Dzuhur di Waktu Ashar

Jika Anda baru teringat belum sholat Dzuhur ketika sudah memasuki waktu Ashar, niatnya tetap sama seperti di atas. Yang terpenting adalah menanamkan di dalam hati bahwa sholat yang dikerjakan adalah sholat Dzuhur yang tertinggal.

Tata Cara dan Urutan Pelaksanaan (Tertib)

Tata cara pelaksanaan qodho sholat dzuhur sama persis dengan sholat Dzuhur pada umumnya, yakni dikerjakan sebanyak empat rakaat dengan gerakan dan bacaan yang sama. Tidak ada pengurangan rakaat dalam sholat qodho kecuali bagi musafir yang menjamak-qashar.

Namun, yang sering menjadi pertanyaan adalah mengenai urutan pelaksanaannya (tertib). Mana yang harus didahulukan jika kita mengqodho sholat Dzuhur di waktu Ashar? Apakah sholat Ashar dulu atau Dzuhur dulu?

1. Mendahulukan Sholat yang Terlewat (Tertib)

Para ulama, khususnya dari Mazhab Syafi'i, menganjurkan untuk menjaga urutan waktu sholat (tertib). Artinya, jika Anda ingat belum sholat Dzuhur di waktu Ashar, sebaiknya kerjakanlah sholat Dzuhur (qodho) terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan sholat Ashar.

Hal ini merujuk pada peristiwa Perang Khandaq, di mana Rasulullah SAW pernah terlewat beberapa waktu sholat dan beliau mengqadhanya secara berurutan sesuai urutan waktu sholat tersebut.

2. Pengecualian: Jika Waktu Sudah Sempit

Kewajiban mendahulukan sholat qodho (tertib) bisa gugur jika waktu sholat yang ada (saat ini) sudah sangat sempit. Misalnya, Anda ingat belum Dzuhur ketika waktu Ashar tinggal sedikit lagi habis dan sebentar lagi Maghrib.

Dalam kondisi ini, Anda wajib mendahulukan sholat Ashar (sholat pemilik waktu) agar sholat Ashar tersebut tidak ikut terlewat menjadi qodho. Setelah sholat Ashar selesai (meski waktu Maghrib sudah masuk), barulah Anda mengerjakan qodho Dzuhur.

Waktu Pelaksanaan Qodho

Kapan waktu terbaik untuk melakukan qodho? Jawabannya adalah sesegera mungkin. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an mengenai perintah mendirikan sholat untuk mengingat-Nya. Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai perintah ini dalam Surat Taha ayat 14.

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku."

Sholat qodho boleh dikerjakan kapan saja, termasuk pada waktu-waktu yang biasanya dilarang untuk sholat sunnah (seperti setelah Subuh atau setelah Ashar). Hal ini karena qodho adalah sholat wajib yang memiliki sebab (sabab), sehingga tidak terikat dengan waktu larangan sholat sunnah mutlak.

Kesimpulan

Mengerjakan qodho sholat dzuhur adalah solusi yang diberikan syariat bagi mereka yang tertinggal sholatnya. Jangan menunda-nunda pelaksanaannya karena usia tidak ada yang tahu. Jika Anda memiliki banyak sholat yang ditinggalkan di masa lalu, mulailah mengqadhanya secara bertahap setiap kali selesai sholat fardhu atau di waktu-waktu luang lainnya hingga hati merasa yakin bahwa utang tersebut telah lunas.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan mengampuni kelalaian yang pernah kita perbuat. Wallahu a'lam bishawab.