Aruma Menata Ritme Baru dan Eksplorasi Kreatif di Ibu Kota


Penulis: Basuki Eka Purnama - 30 March 2026, 07:48 WIB
MI/HO

MENETAP di Jakarta menjadi babak baru bagi Aruma. Jauh dari suasana Bandung yang selama ini membentuk kesehariannya, peraih AMI Awards 2023 kategori Pendatang Baru Terbaik ini kini mengelola ritme hidupnya sendiri, baik sebagai individu maupun musisi.

Mahasiswi Desain Produk FSRD Institut Teknologi Bandung ini mengaku sedang berada di fase yang lebih tenang. Ia tidak mengejar perubahan besar secara instan, melainkan menyusun ulang kebiasaan dan cara mendengarkan diri sendiri—sebuah pendekatan yang kini ia bawa ke dalam proses kreatif karya-karya barunya.

Berikut adalah empat fokus utama Aruma dalam menjalani fase hidup mandiri:

1. Menjaga Self-Care dan Batas Energi

Dalam keseharian yang sepenuhnya ia atur sendiri, penyanyi kelahiran 3 September 2003 ini mulai disiplin menjaga waktu tidur dan menyisakan ruang jeda di tengah kesibukan. Hal ini ia lakukan agar berada dalam kondisi emosional yang utuh sebelum masuk ke studio.

"Sekarang aku lebih fokus ke diri aku sendiri. Lebih mindful, memperhatikan kesehatan, dan menerapkan self-care," ujar pelantun lagu Muak tersebut.

2. Cara Berkarya yang Lebih Reflektif

Aruma kini lebih tekun mengumpulkan potongan ide dan merapikan lirik jauh sebelum masuk tahap rekaman. Diskusi dengan lingkaran kreatifnya juga menjadi rutinitas yang dijaga. 

Tema-tema yang ia tulis belakangan ini terasa lebih personal, seperti tentang menjaga batas diri dan menerima jeda dalam hidup.

3. Eksplorasi Visual dan Bisnis Kreatif

Di luar musik, Aruma memperluas wawasannya di bidang desain, fesyen, dan seni visual melalui berbagai seminar dan kelas singkat. Langkah ini diambil untuk memperkuat identitas artistik dalam karya-karyanya di bawah naungan Sony Music Indonesia.

"Aku masih pelan-pelan belajar, tapi dari situ aku jadi lebih paham bagaimana menampilkan karya dengan cara yang lebih rapi," katanya.

4. Kolaborasi yang Lebih Terstruktur

Memasuki fase karier jangka panjang, Aruma kini lebih selektif dalam menyusun jadwal dan memilih proyek. Meski tetap menjaga ruang kreatif yang personal, ia kini lebih terbuka untuk berkolaborasi dalam urusan teknis seperti mixing maupun berbagi cerita tentang suasana hati guna mendukung proses kreatif.

Melalui penataan ulang ritme hidup ini, Aruma berharap lagu-lagu yang lahir dari fase mandirinya dapat menjadi ruang bagi pendengar untuk menemukan potongan cerita mereka sendiri. (Z-1)