Merawat Ekosistem Independen, Sajama Cut Gelar Konser Recollecting 5 di M Bloc
UNIT rock alternatif Sajama Cut bersiap kembali menghentak panggung melalui Recollecting 5, edisi kelima dari seri konser reguler yang mereka gagas. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 Februari, mulai pukul 17.00 WIB di Coma, sebuah venue baru yang tengah mencuri perhatian di kawasan kreatif M Bloc, Jakarta Selatan.
Sejak awal kemunculannya, seri Recollecting telah memantapkan posisi sebagai ruang kurasi krusial bagi ekosistem musik independen Indonesia.
Konser ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan perayaan bagi talenta-talenta baru, band yang dianggap *underrated*, serta eksplorasi lintas disiplin kreatif.
Lintas Genre dan Generasi
Edisi kelima ini menawarkan keberagaman ekspresi yang cair. Sajama Cut tidak hanya bertindak sebagai tuan rumah, tetapi juga menjadi penampil utama. Menariknya, panggung kali ini juga menyoroti proyek sampingan dari para personelnya sendiri.
Line-up yang dihadirkan mencerminkan semangat lintas medium, di antaranya:
- Rae Fadillah: Seorang penyair yang akan membawa dimensi sastra ke atas panggung.
- Aldrian Risjad: Musisi yang juga dikenal sebagai gitaris Sajama Cut.
- Mothrahead: Unit heavy metal yang digawangi oleh Arta Kurnia, bassist Sajama Cut.
- Rimba & Turbokidz: Dua talenta yang sudah memiliki reputasi kuat di skena independen.
Kehadiran para penampil ini diharapkan mampu menciptakan dialog artistik yang dinamis antara musik, puisi, dan energi panggung yang kontras namun saling melengkapi.
Ruang Bagi Talenta Baru
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Hal ini ditegaskan oleh vokalis sekaligus penulis lagu Sajama Cut, Marcel Thee, yang berencana membawa seri ini melangkah lebih jauh.
"Kami ingin Recollecting menjadi ruang yang lebih sering hadir, agar bisa benar-benar memberi sorotan pada talenta-talenta yang belum banyak dikenal. Ada banyak karya bagus yang hanya butuh panggung dan perhatian," ujar Marcel.
Inklusivitas dan Komunitas
Acara ini diprediksi akan menyedot perhatian Cult, sebutan bagi basis penggemar setia Sajama Cut yang dikenal memiliki kedekatan emosional kuat dengan perjalanan band tersebut.
Dengan status terbuka untuk umum dan gratis, Recollecting 5 menegaskan komitmen band untuk membangun ruang kolektif yang inklusif.
Lebih dari sekadar konser, inisiatif ini merupakan upaya nyata dalam merawat ekosistem kreatif Indonesia, menjadikannya wadah pertemuan organik antara seniman dan audiensnya. (Z-1)