Green Day Tampil di Super Bowl LX, namun Politiknya Diredam


Penulis: Intan Safitri - 10 February 2026, 17:58 WIB
Dok. NFL

Green Day membuka acara Super Bowl LX di Levi’s Stadium dengan set musik yang penuh energi, tetapi penampilan mereka tidak seperti yang banyak orang harapkan dari band punk yang dikenal sering menyuarakan kritik politik. Penampilan tersebut menjadi sorotan media internasional setelah lirik politis yang biasanya disampaikan kepada Presiden Donald Trump dan para pendukungnya tidak diperdengarkan sepenuhnya di panggung terbesar Amerika.

Penampilan Solid tanpa Isi Politikal yang Kuat

Green Day membawakan sejumlah lagu andalan mereka seperti Good Riddance (Time of Your Life), Holiday, Boulevard of Broken Dreams, dan lagu ikonik American Idiot selama segmen pembukaan Super Bowl. Namun, versi American Idiot yang dibawakan kali ini berbeda dari konser-konser mereka belakangan.

Band ini sengaja menghapus bagian lirik yang biasanya mereka modifikasi untuk menyerang slogan MAGA yang identik dengan pendukung Trump.

Selain itu, ada bagian lirik dalam American Idiot yang mengandung kata-kata kasar, yang tampaknya disensor dalam siaran langsung televisi.

Meskipun demikian, nuansa pemberontakan tetap terasa, meski tidak lagi berbentuk kritik politik langsung seperti yang biasanya mereka tampilkan.

Reaksi penonton dan komentator internasional cukup beragam. Beberapa penggemar dan pengamat musik merasa Green Day melewatkan kesempatan besar untuk berbicara lantang tentang isu politik atau sosial di panggung yang disaksikan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Mereka mempertanyakan mengapa bait yang menyentil Trump tidak dibawakan, padahal band ini terkenal vokal dalam mengkritik politik konservatif Amerika dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa keputusan ini mungkin berkaitan dengan aturan siaran yang ketat dan durasi penampilan yang singkat. Dalam waktu kurang dari lima menit, band harus memilih bagian lagu yang tepat dan menghindari potensi konflik dengan regulasi siaran nasional.

Keputusan ini jelas bertolak belakang dengan apa yang terjadi beberapa hari sebelum Super Bowl. Di acara pra-Super Bowl di San Francisco, frontman Billie Joe Armstrong dengan tegas mengecam aparat Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) dan menyelipkan kritik terhadap sejumlah tokoh politik dalam lirik yang dimodifikasi.

Tidak Ingin Menonjol?

Green Day tetap tampil enerjik dan penuh semangat dengan gaya punk rock khas mereka di Super Bowl LX. Namun, media internasional menyoroti bahwa mereka memilih untuk menahan kritik politik langsung pada panggung utama, meskipun hal itu sudah menjadi bagian besar dari citra band selama bertahun-tahun.

Ini menimbulkan debat apakah band ini sedang "melunak" pada momen yang paling disorot di Amerika atau sekadar menyesuaikan diri dengan batasan yang ada dalam acara olahraga besar. (EW.com, Popculture, Parade/Z-10)