PGN Dorong Kendaraan CNG Jadi Solusi Energi Bersih saat Mudik Lebaran
PT Perusahaan Gas Negara menilai kendaraan berbasis compressed natural gas (CNG) menjadi alternatif energi yang lebih bersih, efisien, dan ramah lingkungan, khususnya di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik Lebaran. Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyampaikan hal tersebut tercermin dari pelaksanaan program Bengkel Keliling CNG bertajuk Bengkel Standby Idul Fitri 1447 H yang digelar di SPBG Cirebon, Jawa Barat.
“Program ini menunjukkan bahwa kendaraan berbasis CNG dapat menjadi solusi energi yang lebih bersih dan efisien, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat seperti pada periode mudik,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Dalam program tersebut, PGN menghadirkan tim siaga yang beroperasi selama 24 jam. Tercatat sebanyak 55 kendaraan telah dilayani, terdiri dari 40 unit bajaj dan 15 unit mobil berbahan bakar gas (BBG). Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keandalan infrastruktur energi alternatif di jalur mudik, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan BBG.
Menurut Fajriyah, pemanfaatan CNG di jalur mudik juga sejalan dengan kebutuhan energi yang semakin mengarah pada solusi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
“Di tengah ketidakpastian global, energi bersih bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan,” katanya.
Dorong Ketahanan Energi Nasional
PGN menilai optimalisasi pemanfaatan gas bumi, termasuk CNG, merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan biaya energi bagi masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur dan layanan yang semakin andal, perusahaan berharap adopsi kendaraan berbahan bakar gas dapat terus meningkat, terutama pada momen mobilitas tinggi seperti Lebaran.
Program Bengkel Standby ini dijalankan PGN bersama Gagas Energi Indonesia dan komunitas pengguna kendaraan gas Komogas.
Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah nyata untuk memastikan keamanan perjalanan masyarakat.
“Layanan bengkel siaga di SPBG memungkinkan pengguna melakukan pengecekan dan perawatan kendaraan secara cepat dan praktis,” ujarnya.
Dukungan Komunitas Pengguna
Ketua Umum Komogas, Andy Lala, menilai kehadiran bengkel siaga sangat membantu pengguna kendaraan BBG, terutama dalam perjalanan jarak jauh.
“Kehadiran layanan ini memberikan rasa tenang bagi pengguna, sekaligus mendorong masyarakat untuk beralih ke energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” katanya.
Melalui berbagai inisiatif ini, PGN optimistis penggunaan CNG akan terus meningkat dan menjadi bagian penting dalam transisi menuju energi bersih di Indonesia. (Ant/E-3)