Bahlil Pastikan Belum Ada Pembatasan Subsidi BBM, Stok Aman
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah belum akan membatasi subsidi bahan bakar minyak atau BBM dan menjamin ketersediaan stok tetap aman di tengah gejolak harga minyak dunia.
"Artinya belum ada kenaikan untuk subsidi (BBM). Masih tetap sama," kata Bahlil di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3).
Ia menegaskan kebijakan subsidi BBM masih berjalan seperti saat ini. Namun demikian, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global yang dinilai sangat dinamis, baik dalam hitungan mingguan maupun bulanan.
"Makanya dinamika ini kan kita akan ikuti. Ini cepat sekali dinamikanya. Bisa per minggu, bisa per bulan," ujar Politikus Partai Golkar itu.
Menurutnya, prioritas utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan stok BBM tetap terjaga dan terpenuhi di seluruh wilayah Indonesia.
"Yang penting bagi kita adalah bagaimana memastikan bahwa stok untuk BBM semuanya bisa clear," ucapnya.
Bahlil juga menegaskan stok BBM nasional dalam kondisi aman dan memenuhi standar minimum yang telah ditetapkan di tengah memanasnya perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
"Stok BBM kita insya Allah dalam kondisi yang aman," tegasnya.
Selain BBM, pemerintah juga memberi perhatian pada ketersediaan elpiji yang masih bergantung pada impor. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan energi, khususnya elpiji. Pasalnya, komoditas energi mayoritas berasal dari impor.
"Saya menyarankan kepada masyarakat untuk bijaksana dalam memakai elpiji.
Sekali lagi saya mengatakan ikhtiar itu agar lebih bijaksana dalam memakainya. Kita tahu elpiji kita 70% dari impor," imbuhnya.
Meski demikian, ia memastikan pasokan LPG hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan sesuai rencana.
"Tetapi sampai dengan hari ini kondisinya clear. Kapal-kapal yang juga kita beli dari beberapa negara masih on the track. Jadi insya allah aman," tegasnya.
Ia juga menekankan ketersediaan energi tidak hanya bergantung pada kemampuan finansial, tetapi juga pada persaingan global dalam memperoleh pasokan.
"Sekalipun kita ada duit, tapi kalau barangnya kita harus rebut dengan negara lain. Nah ini kan kita harus benar-benar menjaganya. Itu maksud saya. Jangan dibawa ke sana ke mari lah," katanya. (H-4)