IPO Pertama 2026, BSA Logistics (WBSA) Incar Dana Rp306 Miliar


Penulis:  Gana Buana - 25 March 2026, 14:49 WIB
Antara

PT BSA Logistics Indonesia resmi menjadi perusahaan pertama yang melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2026. Perusahaan yang akan menggunakan kode saham WBSA ini menetapkan harga penawaran awal di kisaran Rp150 hingga Rp170 per saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, Rabu (25/3), perseroan melepas sebanyak-banyaknya 1,8 miliar saham baru. Jumlah ini setara dengan 20,75 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan skema tersebut, WBSA berpotensi meraup dana segar maksimal sebesar Rp306 miliar.

Rencana Penggunaan Dana: Akuisisi dan Ekspansi

Langkah IPO ini bukan sekadar mencari modal kerja. WBSA memiliki agenda ekspansi yang konkret. Sekitar Rp215 miliar dari dana hasil IPO akan dialokasikan untuk mengakuisisi 191.250 lembar saham (99,99%) PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL).

Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem logistik perusahaan, terutama dalam layanan multimoda. Sisanya akan digunakan untuk memperkuat modal kerja guna mendukung operasional rutin dan menjaga likuiditas perusahaan tetap sehat.

Timeline IPO PT BSA Logistics Indonesia (WBSA):

  • Masa Bookbuilding: 25 - 27 Maret 2026
  • Masa Penawaran Umum: 1 - 8 April 2026
  • Tanggal Penjatahan: 8 April 2026
  • Listing di BEI: 10 April 2026

Struktur Pemegang Saham

Sebelum melantai di bursa, kepemilikan WBSA didominasi oleh Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd sebesar 99,69% dan PT Permata Gandaria Indah sebesar 0,31%. Setelah proses IPO selesai, porsi kepemilikan masyarakat akan mencapai 20,75%, sementara Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd akan memegang 79,01% saham.

Dalam memuluskan aksi korporasi ini, WBSA menunjuk PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Semesta Indovest Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Kehadiran WBSA sebagai emiten perdana di 2026 diharapkan menjadi katalis positif bagi iklim investasi di pasar modal Indonesia, khususnya pada sektor transportasi dan logistik yang terus bertumbuh. (Ant/Z-10)