Pengamat: Momentum Mudik Jadi Penopang Konsumi Jangka Pendek Ekonomi
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman menyampaikan bahwa momentum mudik tetap memberi dampak signifikan bagi ekonomi daerah melalui redistribusi pendapatan dari kota ke desa.
“Arus pemudik membawa uang, Tunjangan Hari Raya (THR), dan konsumsi yang langsung menggerakkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), ritel, transportasi, dan sektor informal. Efek penggandanya kuat karena perputaran belanja terjadi di tingkat lokal,” ucap Rizal saat dihubungi, Sabtu (21/3).
Namun demikian, Rizal menegaskan bahwa dampak mudik bersifat musiman dan tidak struktural. Meski konsumsi yang menyumbang lebih dari 50% PDB meningkat, efeknya hanya sementara dan tidak cukup mendorong pertumbuhan tanpa dukungan investasi dan ekspor. Ini juga menunjukkan ketergantungan ekonomi daerah pada momentum Lebaran.
“Untuk kuartal I, Lebaran tetap memberi dorongan konsumsi rumah tangga, terutama dari belanja dan mobilitas. Tetapi tekanan global, khususnya konflik geopolitik dan kenaikan harga energi, membuat dampaknya tidak optimal. Kombinasi tekanan biaya dan konsumsi musiman menahan akselerasi pertumbuhan,” terang Rizal.
Dengan demikian, Rizal meyakini bahwa momentum mudik Idulfitri 2026 menjadi penopang konsumsi jangka pendek dan menjaga perputaran ekonomi daerah.
“Namun kontribusinya terhadap pertumbuhan nasional tetap terbatas, lebih sebagai penahan tekanan domestik daripada pendorong pertumbuhan yang fundamental,” paparnya. (Fal/I-1)