IKAPPI: Harga Bahan Pokok Melejit Jelang Idul Fitri, Cabai Rp105 Ribu
DEWAN Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) memproyeksikan puncak kenaikan harga bahan pokok akan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Lonjakan harga ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat di tengah dinamika pasokan pangan nasional.
Daftar Harga Pangan Melejit Jelang Lebaran 2026
Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan, mengungkapkan bahwa sejumlah komoditas penting telah melewati batas harga normal. Berikut adalah rincian harga bahan pokok hasil pantauan IKAPPI:
- Cabai Rawit Merah: Rp105.000 / kg
- Cabai Merah Besar: Rp69.000 / kg
- Bawang Merah: Rp56.000 / kg
- Bawang Putih: Rp45.000 / kg
- Daging Ayam: Rp50.000
- Telur Ayam: Rp32.000 / kg
- Minyak Goreng Curah: Rp21.000 / kg
Selain komoditas di atas, IKAPPI juga menyoroti pergerakan harga Minyakita. Meskipun pemerintah berupaya mengarahkan harga menuju HET Rp15.700 per liter, harga di pasar-pasar tradisional, khususnya di Pulau Jawa, terpantau masih relatif tinggi.
Dukungan Presiden Prabowo Terhadap Hasil Bumi Lokal
Di tengah tantangan harga, IKAPPI memberikan apresiasi khusus kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Apresiasi ini diberikan atas kebijakan Presiden yang menggunakan produk hasil bumi dalam negeri sebagai isi parcel ucapan Hari Raya Idul Fitri.
"Ini pertama kali dalam sejarah dan kami sangat mengapresiasi keberpihakan Presiden Prabowo terhadap produksi dalam negeri. Hal ini memberikan sentimen positif bagi ekosistem pangan kita," ujar Reynaldi dalam keterangan resminya.
Antisipasi Kelangkaan Pangan Pasca Idul Fitri
IKAPPI juga memberikan peringatan dini kepada pemerintah mengenai fase kritis ketiga, yakni H+3 hingga H+7 pasca Idul Fitri. Pada periode ini, risiko kenaikan harga pangan kembali mengintai akibat terganggunya rantai pasok.
Kondisi ini disebabkan oleh banyaknya pedagang pasar yang masih dalam perjalanan arus balik mudik. IKAPPI mendesak pemerintah untuk memastikan distribusi pangan tetap berjalan lancar agar tidak terjadi kekosongan stok di pasar-pasar seluruh Tanah Air yang bisa memicu inflasi lebih lanjut. (E-4)