2 Kapal PIS Lepas dari Selat Hormuz, 2 Lainnya masih Terjebak


Penulis: Insi Nantika Jelita - 10 March 2026, 14:55 WIB
Anadolu

Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah beranjak dari kawasan sekitar Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik Timur Tengah. Sementara itu, dua kapal lainnya masih berada di perairan Teluk Arab dan menunggu situasi yang dinilai cukup aman untuk melintas keluar melalui jalur strategis tersebut.

"Dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon," ujar penjabat sementara (Pjs) Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita dalam keterangan resmi, Selasa (10/3).

Ia menuturkan dua unit kapal lainnya masih beroperasi di kawasan Timur Tengah yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang berada di Teluk Arab. Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. 

"Keduanya dalam kondisi aman," tegasnya.

Vega mengungkapkan kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party). Sementara itu, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Selain kapal-kapal tersebut, rantai pasok dan distribusi energi tetap terjaga baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia. Hal ini didukung oleh sedikitnya 345 armada kapal yang dikelola oleh berbagai entitas di bawah Pertamina Group.

Dalam menjalankan distribusi tersebut, Pertamina Group juga terus berkoordinasi dengan pemerintah. Perusahaan menerapkan metode regular, alternative, dan emergency untuk menentukan skema rantai pasok yang paling efektif dan aman, sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi dapat berjalan lancar.

"PIS terus melakukan pemantauan intensif 24 jam tujuh hari secara real-time terhadap seluruh posisi armada, kru dan pekerja," kata Vega.

Pihaknya juga mengaku terus menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa.

"Di tengah situasi yang sangat dinamis dan sensitif ini, kami memohon doa serta dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, untuk keselamatan para kru kapal," pungkasnya.