OJK Luncurkan Indonesia–UK Working Group untuk Perkuat Pembiayaan Iklim
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Inggris resmi meluncurkan Indonesia–UK Strategic Partnership Working Group on Climate Financing untuk memperkuat mobilisasi pembiayaan iklim dan ketahanan sektor perbankan nasional.
Peluncuran dilakukan dalam The 2nd Indonesia Climate Banking Forum di Jakarta sebagai bagian dari penguatan manajemen risiko iklim dan dukungan terhadap transisi ekonomi rendah karbon.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan transformasi sistem keuangan yang selaras iklim menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional.
“Kami menyambut baik dukungan kuat Pemerintah Britania Raya dan Kedutaan Besar Britania Raya dalam mendorong pembentukan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim bersama OJK. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat inovasi pembiayaan transisi sekaligus memperdalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Britania Raya, sebagaimana telah ditegaskan kembali oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” kata Friderica.
Kelompok kerja ini merupakan tindak lanjut kesepakatan kemitraan strategis antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari lalu. Peresmian dilakukan oleh UK Minister for the Indo-Pacific Seema Malhotra bersama pimpinan OJK dan perwakilan Pemerintah Inggris.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan permodalan perbankan tetap kuat, tercermin dari rasio CAR yang berada di atas ketentuan, sehingga dinilai mampu menyerap tekanan risiko iklim dalam skenario transisi.
OJK juga merilis dua laporan, yakni Climate Risk and Banking Resilience Assessment dan Indonesia Banking Sustainability Maturity Report 2025, sebagai acuan penguatan resiliensi dan implementasi keuangan berkelanjutan di sektor perbankan.