BSI Luncurkan Tabungan Umrah, Bidik Milenial dan Gen Z
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan produk BSI Tabungan Umrah sebagai strategi menangkap lonjakan minat beribadah ke Tanah Suci di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Pada 2025, jumlah jemaah umrah Indonesia menembus dua juta orang, tumbuh 36% secara tahunan. Lonjakan ini terjadi seiring panjangnya antrean haji dan menguatnya tren halal lifestyle, yang menggeser umrah dari ibadah musiman menjadi bagian dari wisata religi sekaligus gaya hidup generasi baru.
BSI menangkap pergeseran pasar ke segmen yang lebih muda. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna menilai, perencanaan perjalanan spiritual kini perlu dimulai sejak dini. Karena itu, pendekatan kepada generasi milenial dan Gen Z dilakukan melalui edukasi dan literasi keuangan agar mimpi berumrah dapat diwujudkan secara lebih terstruktur dan terencana. Hal ini disampaikan Anton dalam peluncuran produk BSI Tabungan Umrah, Senin (24/2).
"Ini peluang bagi kami untuk memfasilitasi atau menjembatani keinginan ibadah dengan perencanaan keuangan yang matang dan aman,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menuturkan BSI Tabungan Umrah menyiapkam solusi end to end perjalanan ibadah, mulai dari menabung, pembelian paket umrah, hingga transaksi di Tanah Suci dengan menggunakan BSI Debit Mabrur. Produk BSI Tabungan Umrah bisa dimanfaatkan calon jemaah yang memiliki keterbatasan finansial maupun membutuhkan kesiapan perencanaan yang lebih matang.
Tabungan ini dapat dibuka dengan setoran awal Rp100 ribu dan bebas biaya administrasi bulanan. Konsepnya adalah satu rekening untuk seluruh kebutuhan perjalanan umrah. BSI Tabungan umrah ibarat agregator untuk menjembatani meningkatnya minat beribadah umrah dengan kemampuan keuangan.
Nasabah dapat mengakses paket yang telah dikurasi, melakukan pembayaran fleksibel, serta menikmati berbagai promo yang mendukung kenyamanan ibadah.
Anton menambahkan, Tabungan Umrah diharapkan mendorong penguatan ekosistem business to customer (B2C) dan business to business (B2B). Karena, tak hanya menyasar nasabah individu, produk ini juga diarahkan memperkuat ekosistem bisnis haji dan umrah secara lebih luas ke instituti. BSI menggandeng pelaku usaha travel sebagai mitra strategis dalam pengelolaan dana calon jemaah dan optimalisasi arus kas melalui layanan cash management (BEWIZE). Saat ini, jumlah rekanan travel BSI mencapai sekitar 3.000 perusahaan.
Pada tahap awal, BSI menargetkan Tabungan Umrah dapat menarik lebih dari satu juta nasabah dan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan dana murah perseroan. Hingga Desember 2025, dana pihak ketiga (DPK) BSI tumbuh 16,20% yoy menjadi Rp380 triliun, dengan porsi dana murah (casa) mencapai 61,62% atau Rp234 triliun. Pertumbuhan tabungan tercatat sebesar 15,72% yoy menjadi Rp162,63 triliun.
Lebih jauh Anton mengatakan dengan inisiatif ini, BSI optimistis dapat memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang lebih siap secara spiritual dan finansial.
"Harapannya tabungan umrah ini menjadi entry gate ekosistem haji dan umrah yang bisa digarap secara maksimal," pungkasnya.