Tarif Ekspor ke AS Turun, Ketua DPD Dorong Daerah Siapkan Hilirisasi Perkebunan


Penulis: Rahmatul Fajri - 22 February 2026, 13:52 WIB
Dok Istimewa

KETUA Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Najamudin mengapresiasi capaian diplomasi dagang Presiden Prabowo Subianto yang mengamankan akses pasar ekspor Indonesia di Amerika Serikat. Sultan menilai, pelonggaran tarif ekspor ini menjadi peluang emas untuk memperkuat ekosistem ekonomi nasional berbasis Koperasi Merah Putih hingga ke tingkat desa.

Indonesia tercatat berhasil memperoleh penurunan tarif ekspor dari potensi semula 32 persen menjadi 19 persen di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Selain itu, Indonesia mengantongi fasilitas tarif 0 persen untuk 1.819 pos tarif komoditas strategis, mulai dari minyak sawit, kakao, karet, hingga komponen elektronik dan pesawat terbang.

"Capaian diplomasi dagang Presiden Prabowo ini akan memberikan dampak nyata pada pengembangan Koperasi Merah Putih. Hal ini secara langsung berpotensi menciptakan jutaan lapangan kerja baru di sektor riil Indonesia," ujar Sultan melalui keterangan resminya, Minggu (22/2/2026).

Mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini menilai kesepakatan dagang tersebut menjadi bukti kepiawaian Presiden Prabowo dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif di tengah turbulensi geopolitik global. Menurutnya, posisi Indonesia semakin diperhitungkan oleh pemimpin negara-negara maju.

"Di samping karena potensi pasar kedua negara yang menjanjikan di antara anggota G20, capaian positif ini didukung oleh kesepahaman visi pembangunan ekonomi serta agenda mewujudkan perdamaian dunia dari kedua pemimpin negara," tegas Sultan.

Lebih lanjut, Sultan mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk bergerak proaktif dengan menyiapkan ekosistem hilirisasi komoditas perkebunan unggulan di wilayah masing-masing. Ia menekankan bahwa daya saing harga di pasar global sangat ditentukan oleh efisiensi tarif yang berhasil diperjuangkan pemerintah pusat.

"Pemda harus proaktif menyambut kado diplomasi dagang ini dengan mengembangkan komoditas ekspor unggulan melalui Koperasi Merah Putih. Selisih tarif yang timpang di pasar global sangat menentukan daya saing produk kita," pungkasnya. (H-2)