Ketahanan Ekonomi Dimulai dari Desa Jadi Isu Utama APUDSI pada Rakernas
ASOSIASI Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) bersiap menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-1. Kegiatan yang mengusung tema "Resilient Village: Ketahanan Dimulai dari Desa". Agenda ini akan berlangsung selama dua hari pada 13-14 Februari 2026 di Jakarta,
Rakernas ini akan menjadi momentum krusial bagi APUDSI untuk mengonsolidasikan kekuatan ekonomi dari akar rumput. Di tengah dinamika ekonomi global yang Mdak menentu, APUDSI meyakini bahwa stabilitas dan ketahanan nasional hanya dapat terwujud jika fondasi ekonomi di Mngkat desa memiliki daya lentur (resilience) yang kuat terhadap perubahan.
Kegiatan Rakernas yang akan dihadiri oleh Koordinator Wilayah serta pelaku usaha desa seluruh Indonesia ini selain menjadi forum untuk mengevaluasi kinerja organisasi dan membahas program kerja strategis, juga akan memfokuskan pada penguatan kapasitas SDM, digitalisasi produk desa, dan perluasan rantai pasok global.
Ketua Umum APUDSI, Maulidan Isbar, menegaskan bahwa desa memiliki peran fundamental dalam menjaga stabilitas dan ketahanan bangsa. “Ketahanan nasional Mdak mungkin terwujud tanpa ketahanan desa. Desa adalah fondasi ekonomi rakyat. KeMka pelaku usaha desa kuat, maka ekonomi nasional akan lebih resilien menghadapi krisis. Rakernas ini adalah langkah konkret memperkuat konsolidasi dan memasMkan desa menjadi subjek utama pembangunan,” ujar Maulidan Isbar dalam keterangannya, Rabu (11/2).
Lebih lanjut, Maulidan menambahkan bahwa Melalui Rakernas ini, berharap terbangun konsolidasi nasional yang lebih solid, lahir rekomendasi strategis bagi penguatan ekonomi desa, serta terbentuk langkah konkret menuju desa yang resilien, berdaulat secara ekonomi, dan berkontribusi nyata bagi ketahanan Indonesia.
Kegiatqn Rakernas APUDSI 2026 akan di tutup dengan Peringatan HUT ke-1 APUDSI yang akan menjadi momentum reflekMf atas komitmen bersama dalam memperjuangkan kepenMngan pelaku usaha desa agar memperoleh akses permodalan, pasar, pendampingan, dan kebijakan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan berbasis desa.
Lebih lanjut, Maulidan Isbar berharap di tahun-tahun mendatang APUDSI mampu berkontribusi lebih luas terhadap ketahanan ekonomi nasional. “Jika desa kuat, Indonesia pasM kuat. Semoga di usia yang ke-1 ini, APUDSI semakin matang, semakin berintegritas, dan semakin konsisten memperjuangkan kemandirian ekonomi desa sebagai pilar utama ketahanan bangsa,” pungkasnya. (Cah/P-3)