Emas Fisik vs Kripto Emas (PAXG): Mana Lebih Cuan di Tengah Rekor Rp3,16 Juta?


Penulis:  Media Indonesia - 30 January 2026, 08:38 WIB
ANTARA

LONJAKAN harga emas fisik Antam yang menembus rekor Rp3.168.000 per gram pada Jumat (30/1/2026) membuat banyak investor ritel "maju mundur". Tingginya modal awal dan selisih harga jual-beli (spread) yang lebar memaksa pelaku pasar melirik alternatif lain: Emas Kripto (Tokenized Gold).

Aset digital seperti PAX Gold (PAXG) atau Tether Gold (XAUT) yang dipatok 1:1 dengan emas fisik murni kini menjadi opsi populer bagi generasi milenial dan Gen Z. Namun, manakah yang lebih menguntungkan untuk strategi investasi tahun 2026? Berikut bedah perbandingannya:

1. Selisih Harga (Spread): Kripto Menang Telak

Kelemahan utama emas fisik adalah spread. Jika Anda membeli Antam hari ini di Rp3.168.000 dan langsung menjualnya (buyback) di Rp2.860.000, Anda langsung rugi sekitar 9-10% di muka. Anda butuh kenaikan harga minimal 10% hanya untuk balik modal (break even point).

Sebaliknya, Emas Kripto di bursa pertukaran (exchange) global maupun lokal memiliki spread yang sangat tipis, biasanya di bawah 0,5% - 1%. Artinya, jika harga emas dunia naik sedikit saja, pemegang token emas sudah bisa mencetak profit hijau (realized profit).

2. Likuiditas & Jam Perdagangan

  • Emas Fisik: Terbatas jam operasional toko atau butik (09.00 - 15.00 WIB). Proses penjualan butuh fisik barang dan verifikasi keaslian.
  • Emas Kripto: Pasar buka 24 jam/7 hari non-stop. Anda bisa menjual aset saat terjadi lonjakan harga di tengah malam atau saat pasar Amerika dibuka, tanpa harus keluar rumah.

Tabel "Head-to-Head": Fisik vs Digital

Fitur Emas Fisik (Antam) Emas Kripto (PAXG/XAUT)
Bentuk Batangan Logam Token Digital (Blockchain)
Spread (Selisih) Tinggi (~10%) Sangat Rendah (<1%)
Penyimpanan Brankas (Biaya/Risiko Fisik) Digital Wallet (Risiko Peretasan)
Minimal Beli 0,5 Gram (~Rp1,6 Juta) Fraksional (Bisa Rp100 Ribu)

Risiko Utama: Keamanan vs Kepemilikan

Meski unggul dalam fleksibilitas, Emas Kripto memiliki risiko teknis. Jika platform pertukaran (exchange) bangkrut atau dompet digital diretas, aset bisa hilang. Berbeda dengan emas fisik; selama barang ada di tangan atau brankas pribadi, kekayaan Anda aman dari risiko kegagalan sistem perbankan atau internet (counterparty risk).

Rekomendasi Editor:
Pilih Emas Fisik untuk dana darurat, warisan, dan tabungan jangka panjang (>5 tahun).
Pilih Emas Kripto untuk trading jangka pendek, diversifikasi portofolio, dan memanfaatkan volatilitas harga harian.