Video

Puncak yang Kesepian

LESU seolah tanpa harapan tersirat dari wajah para pedagang di sepanjang jalan menuju kawasan Puncak, Bogor. Kawasan yang biasanya selalu ramai oleh para wisatawan, terutama saat jelang akhir pekan itu, terlihat 'sepi-sepi' saja. Bahkan kemacetan yang biasa selalu membayangi saat mendekati kawasan Puncak, bahkan sebelum mendekati Taman Safari Indonesia (TSI) terlihat lengang, tanpa teror kemacetan yang biasa menghantui para pendatang saat memasuki Kota Hujan tersebut.

Lapak para pedagang, dari kios-kios kecil hingga restoran besar, penjual oleh-oleh makanan maupun souvenir, bahkan hotel sekalipun tak terlihat aktivitas yang berarti. Seolah 'tamu' yang ditunggu sudah menyatakan tak akan datang tuk berkunjung.

Saat keingintahuan terus menggelitik, perjalanan dilanjutkan menuju wilayah yang lebih tinggi, Lembah Pinus, yang lebih populer disebut Riung Gunung. Ya, salah satu kawasan di Puncak, Bogor yang terkena musibah bencana longsor pada Senin (5/2) lalu.

Ehmm... sepi! Tak terlihat adanya keriuhan wisatawan. Jalanan yang biasa benderang oleh lampu-lampu kendaraan wisatawan yang lalu lalang, terlihat gelap. Cahaya lampu beberapa warung kopi yang sebetulnya cukup terang dan mencoba bertahan tuk berharap sedikit rezeki dari warga yang melintas, seolah tak berdaya melawan gelapnya alam.

Beberapa lokasi yang biasa menjadi tempat beristirahat dan berkumpul wisatawan seperti Masjid Atta'Awun, Paralayang dan Rindu Alam, tak terlihat adanya aktifitas.

Tak ada perputaran uang miliaran rupiah yang biasa terjadi di kawasan itu.
Tak ada deru ramai kendaraan.
Tak ada alunan musik dari warung-warung pinggir jalan.
Tak ada canda manja wanita-wanita malam yang biasa menggoda.
Sepi...

Yang ada hanya suara jangkrik yang samar-samar terdengar saling bersahutan, seolah menyatakan bahwa merekalah penguasa Puncak saat ini ! (Zen)