Video

Paket Hemat Narkoba Kampung Boncos

Narkoba seolah menjadi momok bagi masyarakat, peredarannya sulit sekali diberantas secara tuntas. Harus dilakukan penggerebekan berkali-kali untuk bisa memberikan efek jera bagi para bandar maupun penikmat barang haram tersebut.

Kampung Ambon di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat misalnya. Setelah berulang kali digerebek aparat terlihat lebih kondusif, tertib. Namun peredaran narkoba tetap berlanjut, walaupun dengan skala yang lebih kecil.

''Saat ini peredaran narkoba di kampung Ambon hanya dilakukan beberapa bandar-bandar kecil yang berada di sekitar kampung Ambon tersebut,'' ujar Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Suhermanto.

''Boncos menjadi prioritas kita saat ini, karena setelah dilakukan beberapa kali penggeberekan, peredaran narkoba di kawasan tersebut tetap banyak. Kita sedang memburu bandar yang diduga pemain lama di Boncos,'' kata Suhermanto.

Kampung Boncos merupakan kawasan pemukiman yang padat dan kumuh dengan mayoritas warga berasal dari etnis Madura, terletak di wilayah Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat.

Keberadaan kampung Boncos berawal saat maraknya penertiban premanisme di kawasan Tanah Abang pada tahun 1996. Beberapa preman hijrah ke Kampung Boncos dan tetap menjalankan bisnis narkoba yang saat itu populer dengan jenis putaw dan heroin.

Saat ini peredaran narkoba terutama jenis sabu marak beredar di Kampung Boncos, terutama paket-paket kecil alias paket hemat (pahe) yang bisa langsung dikonsumsi pengguna di lokasi.

''Lokasi Kampung Boncos berada di tengah kota yang padat penduduk dan mudah dicapai dari banyak tempat, sehingga banyak pengguna yang datang dan antri untuk membeli barang haram itu,'' jelas Suhermanto lagi. (Muhammad Zen)