Video

Bahasa Isyarat, SIBI atau BISINDO ?

BAHASA isyarat merupakan media komunikasi yang dilakukan oleh mereka yang menyandang tunarungu agar maksud pembicaraan bisa tersampaikan dengan baik. Tunarungu sendiri adalah mereka yang mengalami gangguan fungsi pendengaran, baik yang bersifat bawaan (sudah ada sejak lahir) dan adventif (terjadi setelah dilahirkan) yang bisa diakibatkan seperti dampak dari suatu penyakit ataupun cedera fisik.

Menurut Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 6, Tonny Santosa M.Pd., Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) merupakan isyarat bahasa yang dalam penggunaan kosa isyaratnya mirip seperti saat kita menggunakan bahasa Indonesia yang baku.

''Satu kosa isyarat dalam SIBI adalah kata dasar yang bisa diberikan imbuhan untuk memberikan banyak arti sesuai kegunaannya, misalnya kosa kata ajar bisa diberi imbuhan menjadi 'belajar', 'diajar' atau 'mempelajari'. Ini tidak terjadi pada kosa isyarat pada Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang hanya menggunakan satu kosa isyarat untuk menjelaskan satu aktifitas,'' jelas Tonny saat disambangi di kantornya di kawasan Meruya, Jakarta Barat.

Saat ini bahasa isyarat sudah tidak dominan dalam proses pembelajaran anak tunarungu di dalam kelas. Komunikasi total (Komtal) secara oral (suara/isyarat mulut) dibarengi dengan isyarat akan lebih memudahkan anak didik memahami pelajaran.

''Isyarat itu bukan dalam konteks media komunikasi total, tetapi hanya sempilan untuk memberikan pemaknaan supaya anak lebih memahami apa yang dikatakan oleh guru,'' tambah Norman.

Di SLB ini, para peserta didik juga diberi beragam pelatihan agar bisa memiliki banyak ketrampilan seperti membuat tas lukis, tempat tisu, sarung bantal lukis, sepatu lukis dan kerudung lukis.

''Saat ini ada beberapa macam barang yang sudah dipesan dan akan dijual di Pasar Raya Blok M,'' kata Tati Leliana Purba, guru ketrampilan di sekolah itu. (Zen)