Video

Gubernur Jawa Timur yang tidak Berhenti Belajar

BERBAJU putih dengan senyumannya yang ramah, Pak Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, duduk di hadapan para Reporter Cilik (Repcil) Media Anak Media Indonesia. Menjawab satu per satu pertanyaan yang dilontarkan Repcil, Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu membagikan pengalamannya.

"Pakde itu anak petani, tetapi di umur 14 tahun sudah menjadi yatim piatu. Namun, dari situ pakde tak menyerah, bahkan terus belajar. Alhamdulillah dapat nilai bagus saat sekolah," kata Pakde saat ditanya perjuangan hidupnya, Rabu (25/10), di Grahadi, Kantor Gubernur Jawa Timur.

Perjalanan Pakde tentu berat tanpa dampingan orangtua, ya, sobat. Pakde pun tak menyangka jika dirinya akan menjadi Gubernur Jawa Timur, apalagi dipercaya menjabat dalam dua periode. "Jika Pakde yang terbatas saja bisa jadi gubernur, bayangkan kalian bisa jadi semua di sini bisa jadi gubernur," kata Pakde yang kemudian diamini semua Repcil. Tentu Sobat Medi pun ada yang ingin jadi gubernur, kan? Tapi apa sih senang dan susahnya jadi gubernur? Yuk simak wawancara repcil ini!

Repcil tiga kota

Lebih dari satu jam, repcil yang berasal dari Surabaya, Malang, dan Sidoarjo ini mewawancarai orang nomor satu di Jawa Timur. Meskipun ada rasa tegang ketika memulai, sebelumnya mereka telah mempersiapkannya lo. Mereka pun telah melakukan pelatihan jurnalistik oleh tim Media Anak Media Indonesia.

Dari pertemuan dengan Pakde Kawo, banyak cerita unik yang dilontarkannya. Bahkan dari wawancara ini, kami para Repcil mengetahui beliau seorang pekerja keras yang berasal dari Madiun, Jawa Timur. Ya, sejak kecil Pakde selalu berjuang untuk dirinya terutama soal pendidikan.

Nilainya yang selalu bagus saat sekolah dasar di SD Negeri Palur Madiun, Pakde memilih untuk melanjutkan ke SMP Negeri 2 Ponorogo yang jaraknya 12 km dari tempat tinggalnya. "Pakde harus berangkat pagi sekali pakai sepeda karena jaraknya 17 km. Kalau musim hujan, sungai perbatasan Madiun dan Ponorogo itu banjir," kata Pakde.

Apalagi saat musim hujan, Pakde bisa saja sakit dan alasan itulah yang membuat Pakde bisa saja bolos saat sekolah. Ya, Pakde pernah bolos juga loh. "Saat diberi izin boleh oleh simbok karena sakit, tentu senang. Meriangnya langsung hilang," kata Pakde bercanda.

Namun, jangan salah, nilai pakde selalu bagus karena selalu belajar. Setiap harinya pakde meluangkan waktu 2 jam hanya untuk belajar lo. Kalian bagaimana?

Berkat kegigihan dan pantang menyerah inilah Pakde berhasil mengejar gelar sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya pada 1979, sedangkan gelar pascasarjana hukum di Universitas Surabaya pada 1996, dan gelar doktornya di Universitas Diponegoro Semarang pada 2004.

Mengorbankan waktu

Dilantik pada 12 Februari 2009 oleh Menteri Dalam Negeri H Mardiyanto, Pakde memegang kepercayaan masyarakat Jawa Timur. Dalam memimpin, Pakde selalu melibatkan masyarakat dalam memutuskan kebijakan. "Jika ingin membantu petani, ya petaninya harus diundang, diajak diskusi. Yang tahu nasib petani kan petaninya sendiri," kata Pakde.

Selain itu, Pakde mengungkapkan dalam memimpin dirinya selalu membela masyarakat kecil lo sobat. Hal ini pun terlihat bagaimana Pakde mengorbankan waktu bersama keluarganya untuk kepentingan masyarakat. "Saat itu Pakde melihat berita TV ada bencana longsor di Ponorogo yang memakan korban 17 orang. Kejadiannya pada Minggu saat Pakde baru datang menengok cucu di luar negeri. Pakde harus kembali padahal cucu masih minta digendong," kata Pakde.

Saat itu Pakde pun harus kembali ke Indonesia sendiri tanpa ajudannya karena tiket pesawat tinggal satu lagi. Dua kali naik pesawat untuk sampai di Surabaya, Pakde kemudian melanjutkan perjalanan ke Ponorogo pakai helikopter. Tapi pengorbanan Pakde pun masih berlnjut lo, ia masih terkena macet dan gelap-gelapan di jalan karena tidak ada listrik. "Sampai sana sudah di hari kedua, bagaimanapun Pakde harus datang ke keluarga korban untuk memberikan santunan," lanjut Pakde.

Dua masa jabatan

Selain bekerja dengan giat, kemurahan hati Pakde ini tentu membuat masyarakat Jawa Timur sangat senang, ya, sobat. Tak salah apabila Pakde dipercaya menjadi pemimpinnya selama dua peride yakni 2009-2014 dan 2014-2019.

"Pada 12 April 2019 Pakde sudah selesai, sudah ganti gubernur baru. Ada tawaran untuk mengajar mahasiswa di Universitas Airlangga, tapi dipikir-pikir kok rasanya kasihan sama Budhe yang lama sering saya tinggalkan," kata Pakde ketika ditanya perihal kegiatannya setelah tidak menjabat gubernur oleh Fairuzz Ziahmuntas, kelas 6 SD Sidoklumpuk Sidoarjo.
Pakde pun yakin bahwa nanti 5-10 tahun lagi Provinsi Jawa Timur bisa maju apalagi selama ini Jawa Timur sudah tiga tahun berturut-turut menjadi provinsi paling aman dan nyaman nomor satu di Indonesia.

"Tadinya dipegang Daerah Istimewa Yogyakarta, tapi sudah tiga tahun ini dipegang Jawa Timur karena di sini hampir enggak ada tawuran antarkampung, lempar-lembaran batu antar sekolah seperti di daerah lain," kata Pakde.

Menurut Pakde, syarat untuk maju itu hidup yang saling menghormati, berpikiran terbuka, tidak melihat agama, suku yang berbeda. Ia pun berpesan kepada repcil dan anak-anak lainnya untuk selalu belajar, disiplin, patuh kepada orangtua, terutama harus punya moral etika yang baik dan jujur.

Nah kamu mau kan bisa sukses dan jadi gubernur seperti Pakde Karwo? Ikuti pesan Pakde juga ya. (Suryani Wandari/M-1)


Fakta Pak Karwo

- Lahir 16 Juni 1950 di Madiun
- Suka makan ikan dori
- Punya anak 3 dan cucu 6
- Ibu adalah orang yang paling ia hormati
- Makanan kesukaannya nasi pecel dan lodeh terong
- Pandai berenang, menyelam dalam waktu lama sambil menangkap ikan