Video

Lempar Pisau itu Olahraga

KETEDUHAN dari pepohonan terasa cukup membantu dan melindungi dari sengatan sinar matahari saat tiba di komplek perumahan di kawasan Jakamulya, Bekasi, Jawa Barat. Sebuah lapangan kecil yang tidak lebih luas dari ukuran lapangan bulutangkis, dikelilingi tiga pohon besar yang angkuh tegak di sekelilingnya menyambut kehadiran Media.

''Jlep...jlep...jlepp... !'' Terdengar enak di telinga saat sejumlah pisau menancap tepat di sasaran (log). Lima belas anggota Metal Throwing Bekasi (MTB) beragam usia yang hadir, bergantian melakukan lemparan pisau. Ada beberapa jenis pisau yang digunakan, namun yang populer yaitu pisau spin jenis simetris dan bowie, serta pisau no spin yang berukuran lebih kecil dan ringan.

Menurut pengurus MTB Romy, ada tiga teknik dalam lemparan pisau yaitu teknik spin (pisau terbang berputar), half spin (pisau terbang setengah putaran) dan no spin (pisau terbang tanpa putaran).

''Teknik spin biasanya menggunakan pisau jenis simetris dan bowie, sedangkan pisau yg berukuran lebih kecil digunakan untuk teknik half spin dan no spin'', jelas Romy.

''Saat melakukan lemparan spin, kita memegang ujung pisau untuk jarak 2, 4, 6 meter dan memegang gagang pisau untuk lemparan jarak 3, 5, 7 meter,'' tambahnya.

Hal berbeda dilakukan jika hendak melakukan lemparan pisau dengan menggunakan pisau jenis no spin yang berukuran lebih kecil. Teknik half spin (setengah putaran) biasanya pelempar memegang ujung pisau, sedangkan teknik no spin (tanpa putaran) memegang gagang pisau saat melempar.

''Untuk lemparan half spin dan no spin perbedaan terletak pada posisi dalam memegang pisau, jarak target tak menjadi ukuran. Khusus lemparan no spin, biasa dilakukan oleh prajurit militer. '' ujar Ketua MTB Rudi.

Selain itu, lempar pisau bukanlah sesuatu yang ekstrim. Lempar pisau juga merupakan salah satu jenis olahraga yang menuntut konsentrasi tinggi dalam pelaksanaannya, sama seperti olahraga menembak ataupun memanah.

Ada beberapa aturan yang harus ditaati oleh seluruh anggota MTB, diantaranya meneriakkan kata "clear" setiap usai melakukan lemparan pisau, sebagai pertanda bahwa kondisi lapangan sudah aman dari lemparan pisau.

Untuk ukuran dan berat pisau juga tidak sembarangan, ada aturan yang juga harus ditaati. ''Panjang pisau minimal 31cm dengan berat tidak boleh kurang dari 250gram,'' jelas Rudi lagi.

MTB awalnya perkumpulan warga yang tertarik olahraga lempar pisau. Keingintahuan yang besar untuk lebih memahami dan mendalami teknik melempar pisau, 18 April 2014 terbentuk MTB yang merupakan bagian dari induk organisasi D'Lempar Pisau Indonesia yang berpusat di Bandung.

Sebagai peran aktifnya MTB pernah mengikuti beberapa kejuaraan melempar pisau, termasuk Kejuaraan Nasional yang berlangsung di Bandung pada 2015 lalu. (Muhammad Zen)