Video

Tradisi Hantaran Menutup Lebaran Betawi

Hajatan akbar Lebaran Betawi ke-10 di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (30/7), ditutup dengan tradisi hantaran warga betawi.

Para Wali Kota dari Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Bupati Kepulauan Seribu membawa rombongan beserta hantaran bergantian menaiki rumah panggung.

Mereka disambut Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah serta para petinggi Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi) sebagai tuan rumah.

Dalam budaya betawi ada dua tradisi ketika bulan puasa hingga lebaran, yakni tradisi sorogan dan hantaran. Kedua tradisi tersebut serupa namun berbeda waktu dilaksanakannya.

"Sorogan atau nyorog dilakukan sebelum bulan puasa sementara hantaran dilakukan setelah lebaran," ujar Ketua Bamus Betawi Zainuddin, di Setu Babakan, Minggu (30/7).

Dalam kedua tradisi tersebut warga betawi biasanya berkunjung ke kerabat yang lebih tua dengan membawa kue-kue atau makan lain sebagai hantaran.

"Makanan yang dibawa biasanya makanan manis. Filisofinya untuk mendoakan agar yang berkunjung dan yang dikunjungi mempunyai masa depan yang manis," jelas Zainuddin.