Video

Mud Warrior: Bersama Menaklukkan Lumpur

Belasan rintangan dalam lumpur di ajang Mud Warrior 2017 membuat peserta merasakan nikmatnya kompetisi yang mengandalkan kekompakan.

DENGAN bergandengan mereka meluncur di tebing tanah setinggi 10 meter. Meski di dasar tebing menanti kolam lumpur, tidak ada rona takut ataupun jijik di wajah mereka, justru senyum dan tawa kian lepas, begitu tubuh tercebur ke air kecokelatan tersebut.

Masih dengan semangat yang sama, mereka kemudian menuju tantangan berikutnya. Kali ini, para pria dan perempuan muda itu masing-masing harus menjinjing dua kotak berbobot 5 kg dengan jarak tempuh sekitar 200 meter.

Kebanyakan melaluinya dengan berjalan kaki, tetapi ada juga yang berlari kecil, seolah menguji batasan diri ataupun stamina yang dimiliki.

Itulah sebagian potret ujian ketangguhan di Mud Warrior 2017. Ada 15 jenis rintangan, di antaranya dalam medan berlumpur, yang harus dilalui peserta dalam kompetisi tersebut. Di gelar di Taman Budaya Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (18/2), kompetisi itu terdiri dari dua nomor, yakni jarak 5 km dan 10 km.

Meski jelas jauh lebih menantang ketimbang kompetisi lari biasa, ajang yang digelar Mud Warrior ini mampu menyedot banyak peserta. Wilson Hidayat, Marketing Communication Sports Hangout Indonesia, selaku promotor ajang itu mengatakan ada 800 orang yang mendaftar.

Peserta datang dari berbagai kalangan, bahkan selebritas termasuk pasangan presenter-aktris Ganindra Bimo dan Andrea Dian. "Tantangan awal masih tergolong mudah, paling seru yang Slippery Hill ini!" ujar Ganindra sesudah meluncur dari tebing ke kolam lumpur tadi.

Di antara peserta juga tampak WNA. Banyak dari peserta mengaku sudah terbiasa dengan berbagai model latihan fisik. Meski begitu ada keseruan tersendiri yang dimiliki ajang ini.

"Di boot camp (komunitas latihan fisik dengan konsep ala militer) saya, kami melakukan latihan fisik, latihan cardio, jadi sangat bermanfaat untuk berlari. Ajang ini bagus juga untuk komunitas boot camp saya karena kami bisa jadi dekat seperti keluarga dan bisa bersenang-senang. Kami saling membantu melewati rintangan," tutur seorang Mike Brumby, pendiri MW Bootcamp kepada Media Indonesia.

Penuturan Brumby diamini oleh Ferly dan Annisa yang juga anggota MW Boot Camp. Kedua perempuan ini mengaku sudah beberapa kali ikut ajang kompetisi lari dengan rintangan di medan berlumpur, seperti di Tough Mudder di Bali yang memiliki lintasan 13 km. "Dua bulan lagi kami akan ikut Spartan di Singapura," ujar mereka.

Ajang-ajang seperti itu dirasa membuat ketagihan karena sisi fun dan keakraban tadi. Selain itu, Ferly dan Annisa mengaku menyukai tantangan lebih dari sekadar adu lari.

Menguji kerja sama

Keseruan dan keakraban yang terbangun di tiap rintangan nyatanya memang hasil rancangan matang oleh penyelenggara. Wilson mengungkapkan esensi dari tiap rintangan yang ada ialah kombinasi fungsi antara mental, fisik, dan menjaga stamina dalam berolahraga.

"Intinya, obstacle (rintangan) diciptakan sebagai elemen yang fun (menyenangkan), dan membangun kerja sama tim. Dengan kebersamaan seperti itu, olahraga menjadi menarik dan menyenangkan. Kita juga lihat tadi semua orang terlihat bersemangat dalam membunyikan yel-yel. Sports supposed to be fun," ujar Wilson.

Ia menambahkan bahwa antusiasme peserta juga bisa dilihat dari banyaknya peserta yang mendaftar hingga menit-menit terakhir. Mereka tidak saja datang dari komunitas yang sama, tetapi juga ada yang anggota keluarga.

Untuk semakin menguji kerja sama, dibuat tantangan kategori Community Challenge, yaitu kompetisi antartim atau komunitas. Setiap tim diwakili masing-masing tiga orang, terdiri dari dua pria dan satu perempuan, berdasarkan sistem relay (giliran). Dalam Community Challenge, para perwakilan tim harus menyelesaikan tantangan di lintasan 5 km. (M-3)

Beberapa jenis rintangan:

1. Lompat pagar: Peserta harus memanjat portal kayu yang memiliki tinggi kurang lebih sepinggang. Namun, jangan salah, setelah portal pertama masih ada empat portal kayu dan makin tinggi hingga sepundak!

2. Back to school: Peserta harus melewati sungai kecil sampai menyusuri perkebunan singkong.

3. Monkey do: Rintangan yang dikatakan tersulit oleh banyak peserta. Sesuai namanya rintangan mengharuskan peserta bergelantungan.

4. Slippery hill: Ibarat 'turun bukit', tetapi kali ini peserta harus merosot dan mendarat di genangan kali.

5. Delivery man: Peserta harus menjinjing dua boks bertuliskan TIKI dengan jarak tempuh tertentu. Tiap-tiap boks memiliki bobot 5 kg!

6. Rattle snake: Peserta mengayun-ayunkan tali tambang dengan kedua tangan sehingga mirip dengan ular yang menggeliat.

7. Gotong royong: Terdiri dari tiga orang, peserta bersamaan mengangkat satu bambu. Rintangan ini diperlukan kerja sama tim yang solid.

8. Warrior climb: Peserta mendaki sebuah bidang dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan menggunakan tali tambang. Setelahnya, peserta harus turun di sebuah bidang dengan kemiringan yang sama. Namun, tidak semudah merosot, tetapi harus turun perlahan-lahan karena bidang tersebut diberi sekat-sekat kayu!

9. The great wall: Peserta harus memanjat tembok dari kayu setinggi lebih kurang 165 cm-170 cm.