Konseling Solusi Terbaik Mengatasi Kehamilan tidak Diinginkan

Penulis: Media Indonesia Pada: Sabtu, 29 Sep 2018, 20:11 WIB VIDEO

TIDAK semua klien yang datang ke Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) ingin melakukan aborsi. Kebanyakan mereka melakukan konseling untuk mencari solusi terbaik apa yang sebaiknya dilakukan terkait kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) itu.

Penggunaan alat-alat kontrasepsi terkadang bisa mengalami kegagalan yang menyebabkan kehamilan tidak diinginkan terjadi. Padahal, pasangan telah berusaha mengatur jarak kelahiran dengan menggunakan alat-alat kontrasepsi tersebut.

Data PKBI menyebutkan sebanyak 78.544 klien meminta layanan konseling KTD sejak 2007 hingga Juni 2018. Artinya, kebutuhan akan layanan konseling mencapai 7.141 klien per tahun atau 587 klien per bulan atau 20 klien per hari. Ini belum termasuk 199.148 klien yang mengakses layanan KB ke PKBI, yang sebagian besar dari mereka adalah perempuan usia subur.

Berdasarkan undang-Undang dan peraturan yang mengatur tentang Kesehatan Reproduksi, termasuk di dalamnya terkait dengan aborsi ialah UU Nomor 36 Tahun 2009, PP 61 Tahun 2014, PMK Nomor 3 Tahun 2016, belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan perempuan akan akses layanan aborsi aman. (Zen/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More