Isa Raja Persembahkan Juara Hati untuk Asian Games 2018

Penulis: Media Indonesia Pada: Senin, 27 Agu 2018, 18:13 WIB VIDEO

PERHELATAN olahraga Asian Games 2018 sukses membakar nasionalime penyanyi penyanyi Raja Isa Parlindungan Loebis, 38. Melalui karyanya, Juara Hati, Raja menyampaikan dukungannya untuk para atlet Tanah Air yang berlaga di Asian Games. "Karya ini spontanitas sekali dibuat dalam waktu yang singkat. Ini sebagai bentuk dukungan kami untuk mendukung atlet kita yang sedang bertanding sekarang," ujarnya.

Penyanyi yang dapat menguasai berbagai genre musik itu mengungkapkan karyanya kali ini diberi sentuhan identitas Indonesia melalui tabuhan gamelan dengan lirik yang membakar semangat.

"Proses pembuatannya dua minggu, serbadadakan dan memang karya ini bukan saya sendiri, tapi bersama Gafarock dan juga sebagai konsep awalnya," imbuhnya.

Konsep keindonesiaan tersebut, lanjut Raja, menjadi ciri khas dengan cita rasa nasionalisme yang dituangkan dalam perpaduan alat musik tradisional dan musik rock. Dia juga menuturkan tidak memberikan sentuhan bahasa asing dalam musik kali ini sekaligus tidak juga resah karyanya tersebut dinilai terbatas karena identitas nasionalismenya.

"Secara general ini untuk Indonesia, tapi secara spesifik untuk atletnya di konteks Asian Games ini. Memang bukan official songs, cuma lebih ke inisiatif pribadi sebagai bentuk sumbangsih kami sebagai musikus sekaligus warga negara. Dan kami mengalir saja. Tanpa mencoba merekasaya rasa nasionalisme ini, kami keluarkan apa adanya saja," ungkapnya.

Selain membawa semangat nasionalisme, karya ini juga menjaga dan melestarikan alat musik tradisional yakni gamelan Jawa. Selain itu pria kelahiran 31 Desember berharap lagu ini tidak hanya berhenti saat Asian Games 2018 semata, tapi mampu menjadi motivasi dan penyemangat seluruh atlet Tanah Air. "Sudah ada beberapa atlet yang mendengarkan lagu ini dan disambut positif sekali," imbuhnya.(H-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More