Tanggalkan Pangkat dan Jabatan, Layani Jemaah Haji

Penulis: Media Indonesia Pada: Kamis, 19 Jul 2018, 10:30 WIB VIDEO

PARA petugas haji yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1439H/2018M hendaknya menyingkirkan ego sektoral.  Hal itu disampaikan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali saat melepas 436 petugas haji Daerah Kerja Mekah di lapangan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (19/7) pagi.

"Tanggalkan pangkat dan jabatan Anda. Hilangkan ego sektoral. Tanamkan satu identitas, yakni petugas haji. Camkan bahwa Anda itu petugas haji yang harus melayani jemaah," kata Nizar.

Para  petugas haji ini terdiri dari 283 petugas Kemenag, TNI dan Polri, dan 153 petugas Kemenkes.

Berdasarkan jadwal keberangkatan, para petugas akan diterbangkan pada Kamis (19/0) menggunakan pesawat GA-980 Pukul 11.35 WIB dan mendarat di Bandara Jeddah Pukul 17.30 WAS.

Nizar mengingatkan agar petugas haji bekerja sebaik-baiknya melayani jemaah.

"Pekerjaan sebagai petugas haji adalah pekerjaan yang sangat mulia. Anda harus bersyukur, karena banyak yang ingin menjadi petugas haji, tapi hanya kalian yang terpilih," ujarnya.

Dengan memberikan pelayanan yang baik kepada jemaah, kata dia, petugas haji membawa nama baik agama dan negara.

"Selain memberikan pelayanan yang baik, petugas haji juga harus menjaga tutur kata, pergaulan dan perbuatan. Petugas haji tidak boleh melanggar etika dan hukum. Pahami semua ketentuan yang ada (di Arab Saudi)," pungkas pria kelahiran Jepara, 21 Maret 1964 ini. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More