Manisnya Gagasan Kantong Plastik Berbayar

Penulis: Administrator Pada: Jumat, 07 Apr 2017, 07:20 WIB Humaniora
Manisnya Gagasan Kantong Plastik Berbayar

DOK. BIG CIRCLE

SOCIOPRENEUR pertama yang akan dibahas adalah Muhamad Bijaksana Junerosano, 36.

Lelaki asal Banyuwangi itu mendirikan Greeneration di Jalan Tikukur Nomor 6, Gasibu, Sadang Serang, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 2005.

Sano, demikian namanya sering disapa, membuat satu gerakan yang dinamakan kampanye Diet Kantong Plastik.

Gerakan ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk dapat bijak menggunakan kantong plastik.

Sano dan teman-teman aktivis lingkungannya menilai sampah kantong plastik memiliki dampak yang besar pada lingkungan.

Jadi dengan menguranginya, secara linear itu akan mampu membantu mengatasi permasalahan sampah plastik yang menyebabkan bencana banjir.

Lewat PT Greeneration Indonesia (GI) yang ia pimpin, Sano tiap bulannya kini bisa memproduksi sebanyak 15 ribu tas ramah lingkungan merek Bagoes.

Lambat laun usahanya pun makin berkembang. Saat ini, dari seluruh hasil penjualan tas Bagoes, sekitar 80%-nya ialah custom order yang berasal dari lembaga-lembaga, perusahaan, atau komunitas yang peduli lingkungan, sedangkan sisanya ia jual langsung lewat marketing daring.

Pada 2009 lalu, lelaki S-1 Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu memperoleh omzet usaha sebesar Rp216 juta.

Pada 2010 itu berhasil naik menjadi Rp550 juta dan pada tahun berikutnya kembali naik menjadi Rp1,11 miliar.

Jumlah penjahit yang terlibat dalam proses produksinya pun menunjukkan perkembangan yang cukup berarti, dari awalnya hanya dua orang kini telah berkembang menjadi 28 orang.

Gagasan kantong plastik berbayar yang telah dicanangkan sejak Maret lalu merupakan buah manis dari perjuangan sekelompok anak muda.

Melalui gagasan diet kantong plastik, mereka mampu mendorong pemerintah mencanangkan aturan kantong plastik berbayar.

Komunitas

Dia juga mendirikan komunitas Waste4change.

Komunitas itu mendefinisikan diri mereka sebagai kewirausahaan sosial yang berusaha memberikan solusi terhadap permasalahan sampah berdasarkan prinsip perubahan perilaku dan pengelolaan yang bertanggung jawab.

Misi mereka ialah mewujudkan masyarakat Indonesia yang bertanggung jawab atas sampahnya.

Aktivitas utama mereka ialah melakukan kegiatan konsultasi (consult), edukasi atau kampanye (campaign), pengumpulan sampah (collect), dan menciptakan sesuatu yang bernilai (create).

Waste4change merekrut enam tenaga kerja.

Mereka merupakan bagian dari para pemulung sampah dan warga sekitar.

Tugas mereka ialah mengangkut sampah dari rumah-rumah warga, menyortir, dan mengemas.

Sementara ini, pekerja hanya memilah dan menyortir sampah saja karena mesin untuk menggiling sampah sedang rusak.

Untuk itu, Waste4change bekerja sama dengan beberapa perusahaan daur ulang untuk mengolah sampah plastik.

Berkat Waste4change, sebanyak 70% sampah berkurang masuk ke TPA. (H-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More