Produk UMKM Saatnya Dipasarkan Secara Digital

Penulis: RO/MIOL Pada: Jumat, 31 Mar 2017, 08:39 WIB Ekonomi
Produk UMKM Saatnya Dipasarkan Secara Digital

ANTARA/Didik Suhartono

SUDAH saatnya produk-produk yang dihasilkan oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjangkau pasar secara luas. Untuk dapat mencapai hal tersebut salah satu strateginya ialah memasarkan produk UMKM dengan memanfaatkan teknologi internet.

Untuk memenuhi harapan tersebut dan bertepatan dengan Hari UMKM Online Nasional yang jatuh pada hari ini (31/3), Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika beserta seluruh stakeholder memberikan dukungan penuh kepada UMKM dalam mempromosikan produk-produk UMKM dengan berbasis digital.

Salah satu inisiatif kegiatan adalah Gerakan Peng-online-an 100.000 UMKM. Gerakan yang dilaksanakan secara serentak di 30 kota/kabupaten dalam periode 31 Maret sampai dengan 2 April 2017 dimotori oleh Nurbaya Initiatives, lembaga yang fokus membangkitkan UMKM Go Digital.

Gerakan Peng-online-an 100.000 UMKM bertujuan membantu mewujudkan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan penjualan produk UMKM melalui platform digital yang sekaligus menjadi momentum memeringati Hari UMKM Online Nasional.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada UMKM di daerah untuk siap bersaing dan meraih pasar lebih luas dengan bantuan dan difasilitasi oleh pemerintah dan institusi terkait.

Pemerintah sendiri berkomitmen untuk meng-online-kan 8 juta UMKM sampai 2020, dan diharapkan pada akhir 2018 nanti setidaknya sebanyak 2 juta UMKM sudah Go Online.

Menuurt Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza dalam siaran persnya, upaya ini menunjukkan keberpihakan pemerintah dalam memajukan UMKM di Indonesia selaku salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.

Manfaat bagi masyarakat dari Gerakan Peng-online-an 100.000 UMKM adalah memberikan beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM yang mengikuti Gerakan 100.000 UMKM Go Online ini antara lain distribusi Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar dalam 1 x 24 jam; Inkorporasi RKB; transformasi dari unbanked ke banked (financial inlusion); serta kesempatan membuat NPWP serentak untuk seluruh pelaku
UMKM yang akan di-online-kan. Sampai saat ini inklusi finansial di Indonesia masih belum maksimal.

Sekitar 60% masyarakat belum memiliki rekening bank, termasuk pelaku UMKM. Selain itu penyaluran KUR juga masih rendah (4 juta UMKM) dibandingkan total UMKM yang ada di Indonesia.

Upaya membangun kewirausahaan nasional dengan mengonlinekan 100.000 UMKM serentak akan dilakukan oleh Nurbaya Initiative bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dengan mengerahkan 25.000 karyawan yang dilatih menjadi digital fasilitator untuk membantu peng-online-an UMKM.

Proses pengonlinean dilakukan oleh peserta dengan mendatangi lokasi/tenda registrasi baru UMKM online untuk diperiksa kelengkapan data dan persyaratannya sebelum diproses menjadi UMKM online. Pendaftaran UMKM Go Online juga bisa dilakukan dengan mengisi formulir di http://umkmonline.id atau dengan mengirim SMS ke nomor: 081310018008 dengan format sebagai berikut Nama UMKM, Lokasi, Produk/Service yang ditawarkan.

Manfaat lainnya dari Gerakan Peng-online-an 100.000 UMKM ini selain mendapat domain (.id) dan hosting gratis, peserta juga dapat memasarkan produk UMKM di Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Elevenia, Blanja. Selain itu Nurbaya Initiative juga akan menyiapkan e-kiosk di seluruh kantor pos untuk mengoptimalkan penjualan produk UMKM.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

WAKIL Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan tak mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019. Dia mengaku ingin fokus membenahi PKS yang menurutnya sedang berada di titik nadir lantaran banyak memecat kader tanpa prosedur. Apa Anda setuju dengan sikap Fahri ini?





Berita Populer

Read More