Masjid Istiqlal kembali Jadi Pusat Kebudayaan

Penulis: Administrator Pada: Kamis, 23 Feb 2017, 09:29 WIB Humaniora
Masjid Istiqlal kembali Jadi Pusat Kebudayaan

ANTARA/Rivan Awal Lingga

KEBERADAAN Masjid Istiqlal sebagai masjid monumental dan bersejarah bagi negara amat strategis dan vital. Karena itu, pemerintah akan mengembalikan Masjid Istiqlal sebagai pusat kebudayaan.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid, mengemukakan Festival Istiqlal terakhir kali digelar 20 tahun lalu. Ketika itu, festival yang berlangsung pada 1995 tersebut dimeriahkan dengan kehadiran negara-negara luar.

Menurut Hilmar, festival internasional yang bakal digelar pada Maret-September 2018 nanti diikuti negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI). “Terakhir masyarakat Jakarta bisa melihat mumi Firaun. Nanti, kami ingin membawa pedang Nabi Muhammad SAW,” ungkap Hilmar kepada wartawan di sela-sela peringatan milad ke-39 Masjid Istiqlal dan pembukaan pameran di Taman Selasar Istiqlal Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan, karena Masjid Istiqlal ialah cagar budaya, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menjaga, merawat, dan melestarikannya. Apalagi, masjid yang dirancang arsitek Indonesia ternama Friederich Silaban tersebut memiliki sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia.

Direktur Warisan Diplomasi Budaya Kemendikbud Nadjamuddin Ramly menambahkan Masjid Istiqlal merupakan simbol kemerdekaan, yakni kembalinya kehidupan yang harmoni dan terhindar dari perpecah­an kelompok. “Presiden Soekarno memberi nama Istiqlal yang berarti kemerdekaan,” tandasnya.

Sementara itu, Imam Besar Masjid istiqlal Prof Nasaruddin Umar mengatakan masjid ini ialah simbol kemerdekaan. Ada kekhawatiran Islam ialah agama dengan keke­rasan. Namun tampilnya Indonesia dengan penduduk muslim terbanyak menjadikan bukti Islam ialah agama toleran. (Bay/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More