Seruput Kopi, Rayakan Hidup

Penulis: Administrator Pada: Minggu, 15 Jan 2017, 10:18 WIB Weekend
Seruput Kopi, Rayakan Hidup

MI/Ramdani

DUA cangkir kopi hitam tandas diseruput Denny Siregar, penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi dan Semua Melawan Ahok yang juga rutin menulis soal politik di Facebook juga blognya, Dennysiregar.com.

Kopi memang menjadi teman setia Denny menulis, di kalimat ak­hir ia selalu menutupnya dengan kalimat terkait seruput, cangkir dan kopi. “Orang banyak menyalahartikan secangkir kopi hanyalah kopi di dalam cangkir, itu yang orang banyak salah. Padahal, kopi itu banyak memiliki maknanya,” tutur Denny membuka wacananya tentang minuman jagoannya itu.

Denny meyakini, kopi serupa kehidupan, rasa pahit kopi bila dibubuhi gula bisa berubah menghasilkan manis.

“Bagi saya, kopi itu seperti filosofi dan cerminan hidup saya. Mungkin saya pernah merasakan pahitnya hidup. Jadi, kopi yang rasanya pahit itu sangat cocok untuk saya ketika saya memasukkan rasa manis ke dalamnya,” sambung Denny.

Gula agar manis
Karena, menurutnya, hidup setiap orang itu sebenarnya sangat pahit, selalu banyak masalah yang menimpa setiap orang dalam menjalani hidup. Hanya orang itu sendiri yang bisa memberikan manis supaya bisa merasakan kehidupan yang lebih manis.

“Seperti tentunya dengan kita bekerja untuk mencari uang agar bisa hidup lebih layak karena yang bisa menakar hidup kita itu sendiri dan itu sama seperti kopi. Kalau kopi itu pahit, kita akan menambahkannya dengan gula agar rasanya pas, seimbang,” kata Denny.

Soal kopi ia relasikan dengan Tuhan dalam buku Tuhan dalam Secangkir Kopi, Denny berujar, bagaimana dirinya bisa mengecilkan Tuhan. “Karena ini bahasa sastra, ketika saya menemukan Tuhan serta petunjuknya itu sambil menyeruput kopi. Itu yang benar,” pungkas Denny. (Rio/M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More