IPI Diimbau Tolak Bantuan YPP

Penulis: Administrator Pada: Sabtu, 10 Des 2016, 10:52 WIB Nusantara
IPI Diimbau Tolak Bantuan YPP

Ist

KETUA Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Pesantren Indonesia (DPW IPI) Provinsi Aceh Tengku Habib Sayyid Abdullah Alyidrus bertandang ke kantor DPP IPI. Ia meminta agar DPP IPI mengimbau para pengasuh pondok pesantren atau dayah khususnya anggota IPI untuk menolak segala bentuk bantuan dari Yayasan Peduli Pesantren (YPP) milik CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPW IPI Provinsi Aceh melalui siaran persnya di Jakarta, Sabtu (10/12). IPI mengatakan, Hary Tanoesoedibjo yang juga Ketua Umum Perindo tersebut bukan seorang muslim.

Selain itu, IPI mengimbau umat Islam, terutama para ulama yang menjadi pengurus YPP tersebut, mengundurkan diri. Bagi IPI, imbauan dan ajakan ini sangat penting bagi umat Islam dan ulama yang menjadi pengurus YPP demi izzul Islam wal Muslimin.

"Demikian imbauan dan ajakan kami. Semoga mendapat perhatian dan hanya kepada Allah kita berserah diri serta memohon pertolongannya. Terima Kasih," pintanya.

Secara terpisah, Ketua Umum DPP IPI KH Zaini Ahmad mengatakan aspirasi dan imbauan yang sangat deras itu akan dimusyawarahkan dulu dan nasihat dewan penasihat DPP IPI. Diketahui, CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo sudah mendirikan Yayasan Peduli Pesantren (YPP) dan secara resmi diluncurkan pada 4 Desember lalu.

Sejumlah ulama dilibatkan menjadi pengurus YPP tersebut, ketua dewan pengawas, ketua dewan pembina, dan sebagai anggota Dewan Pembina YPP. Saat diluncurkan, Hary Tanoe menjelaskan, yayasan yang didirikannya itu sebagai upaya untuk mendukung serta membantu seluruh pembangunan sarana dan prasarana pesantren di Indonesia. Sebagai langkah awal, Hary Tanoe dan mitra MNC menyuntikkan dana sebesar Rp2 miliar. (RO/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More