Tiga Balita di Mamuju Menderita Gizi Buruk

Penulis: Antara Pada: Rabu, 30 Nov 2016, 23:20 WIB Nusantara
Tiga Balita di Mamuju Menderita Gizi Buruk

Ilustrasi Dok MI

SEBANYAK tiga anak bawah lima tahun (balita) miskin di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, ditemukan menderita gizi buruk.

"Kita cukup prihatin terhadap persoalan gizi buruk yang terjadi di daerah ini. Atas nama kemanusian, maka kami galakkan Gerakan Peduli Kasih untuk membantu melakukan pendampingan bagi balita yang terkena gizi buruk," kata legislator DPRD Mamuju, Ado Masud di Mamuju, Rabu (30/11).

Menurut dia, gerakan pendampingan terhadap balita penderita Gizi Buruk ini akan terus dilakukan, termasuk mencari donatur untuk membiayai pengobatan bagi korban.

Ia mengatakan, dua balita asal Kecamatan Kalukku, Ahmad dan Wulandari, yang hingga saat ini masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar dan RSUD Regional Sulawesi Barat.

Kemudian muncul lagi balita penderita gizi buruk asal Mamuju atas nama Nur Talitha Ufaira umur dua tahun, alamat jalan Musa Karim, Pasar Baru Mamuju.

Korban penderita gizi buruk Nur Talitha Ufaira kondisinya masih sangat lemah termasuk denyut jantung lemah dan katarak, sehingga korban langsung dibawa ke rumah sakit.

Nur Talita sejak lahir, memiliki berat badan di bawah normal dan terpaksa dirawat di rumah karena persoalan biaya.

"Ada keinginan orangtuanya untuk membawa anaknya ke rumah sakit. Hanya karena keterbatasan biaya sehingga keluarga korban hanya dapat meratap tangis melihat anaknya menderita gizi buruk terbaring lemah," katanya.

Setelah dilakukan cek kesehatan di RS Regional, kata dia, balita penderita gizi buruk ini akan dirujuk ke rumah sakit Makassar.

"Alhamdulillah orang tua bayi pun telah mendapat uluran tangan dari beberapa legislator Provinsi Sulbar dan Kabupaten Mamuju, dengan harapan dapat membantu meringankan beban biaya nantinya ketika berada di Makassar untuk mendampingi sang buah hatinya," terang Ado Masud. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More