Delia Von Rueti Kembangkan Hutan Hujan Tropis

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Kamis, 24 Nov 2016, 07:10 WIB Hiburan
Delia Von Rueti Kembangkan Hutan Hujan Tropis

MI/ARYA MANGGALA

TERKENAL sebagai perancang perhiasan kelas dunia tidak begitu saja membuat Delia Von Rueti puas. Perempuan asal Pematangsiantar, Sumatra Utara, tersebut saat ini sibuk melakukan pengembangan taman hutan hujan tropis di Muara Teweh, Kalimantan Tengah, yang dimilikinya secara pribadi. Untuk melancarkan upayanya, Delia mendesain kaus. Hal itu merupakan kali pertama dirinya mendesain kaus sekaligus agar mendapatkan dukungan masyarakat luas.

"Ini pertama kalinya dalam hidup saya mendesain kaus. Meski sangat baru, saya sangat senang melakukannya karena sebagai usaha pelestarian nantinya," ungkap Delia, dalam konferensi pers gerakan Love & O2, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (23/11). Dijelaskan perempuan kelahiran 1966 itu, kaus yang didesainnya merupakan bagian dari kampanyenya membangun taman hutan hujan tropis.

Setiap kaus yang dibeli mewakilkan satu pohon yang akan ditanam pada lahan seluas 2.500 hektare untuk taman tersebut. Nantinya, hasil penjualan kaus akan sepenuhnya digunakan untuk merawat tanaman yang telah ada dan menanam sebanyak mungkin tanaman baru. Meski mengaku tidak mengalami kesulitan, perempuan yang saat ini menetap di Bali tersebut mengaku sempat kebingungan untuk menentukan gambar yang akan dipilih sebagai desain.

Karena tidak ingin mengalami kesulitan dengan harus memakai karya foto orang lain, Delia memutuskan menggunakan beberapa foto hasil karyanya yang secara tidak direncanakan selalu ia ambil saat tengah berjalan-jalan ke tengah hutan. "Saya berharap kaus ini bisa terjual sebanyak mungkin agar semakin banyak pula pohon yang ditanam," ungkap Delia. Diceritakan Delia, kecintaannya pada lingkungan telah tumbuh sejak lama.

Sebagai perempuan yang lahir dan tumbuh di kawasan hutan dan perkebunan, kebutuhannya akan rimbun tanaman tidak pernah hilang. Hal itu berlangsung di mana pun hingga saat dirinya memasuki usia yang hampir setengah abad. "Orangtua saya petani. Awalnya saya melihat di daerah asal saya dan orangtua hutan sudah sangat berkurang, fauna juga demikian. Dari sana saya mulai memikirkan apa yang dapat saya lakukan dan sumbangkan untuk kelestarian alam di Indonesia," ungkap perempuan yang sempat mengenyam pendidikan di Amerika Serikat tersebut.

Pendekatan masyarakat
Dikatakan Delia, tidak hanya melalui kaus, upaya lain juga ia lakukan, termasuk dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat dan kampanye untuk mau menanam pohon. Menurutnya, upaya penyelamatan lingkungan merupakan hal yang pada dasarnya sangat mudah dan dapat dilakukan di mana saja. "Sejak dulu saya selalu menanam. Tidak hanya di rumah, tetapi di mana saja yang saya rasa memungkinkan untuk ditanam. Saya yakin hal itu tidak akan sia-sia. Kalau bukan untuk saya, mungkin bisa bermanfaat untuk orang lain," tutur Delia. Sementara itu, saat ini ibu dari tiga orang anak tersebut juga masih aktif sebagai desainer aksesori dunia. Setiap tahun, ia masih melakukan pameran di London dan Indonesia.
(H-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More